Wako Pekanbaru Dihadiahi Kado Kegagalan Visi Pekanbaru dari BEM UNRI

Redaksi Redaksi
Wako Pekanbaru Dihadiahi Kado Kegagalan Visi Pekanbaru dari BEM UNRI
vila/riaueditor.com
BEM UNRI memberikan kado ultah Kota Pekanbaru ke-230 kepada Walikota Pekanbaru wujud kegagalan visi Metropolitan Madani Pekanbaru.
PEKANBARU, riaueditor.com- Perayaan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-230 yang dilaksanakan semalam, Senin (23/6) di Gedung Dewan Permusyawaratan Rakyat Daerah (DPRD) Pekanbaru, awalnya berlangsung khidmat. Namun seusai sidang Paripurna Istimewa, sekelompok mahasiswa BEM Unri langsung mendatangi Walikota Pekanbaru H Firdaus, ST, MT dan memberikan kado visi metropolitan madani yang gagal terhadap visi Kota Pekanbaru.

Presiden Mahasiswa UNRI, Zulfa Hendri dalam pernyataan sikap mengungkapkan terwujudnya Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang Madani. Tujuh kata inilah yang menjadi tolak ukur bagi Pemerintah Kota Pekanbaru 2012-2017 dalam membangun Kota Pekanbaru.

Bagi masyarakat awam tentulah visi ini tak lebih dari sekedar labeling bagi pembangunan kota, namun analisis yang lebih mendalam akan mengaitkan tujuh kata ini ke dalam sejumlah paradigma atau perspektif yang nantinya akan bermuara kepada posisi di mana masyarakat Pekanbaru mempertanyakan kembali visi ini, yakni bagaimana dengan hakikat konsep Metropolitan yang Madani itu sendiri,

"Untuk menjawab ini sangat mudah, visi akan didukung oleh sejumlah misi yang menjadi action-taking bagi suatu organisasi pemerintahan," kata mahasiswa.

Zulfa mempertanyakan bagaimana posisi prostitusi dan tempat penjualan minuman keras dengan Metropolitan yang Madani. Di mana saat ini tempat prostitusi semi illegal, seperti wilayah jondul memberikan gambaran bahwa kota ini tak lagi madani. Peredaran penjualan minuman keras semakin marak dan tak peduli dengan siapapun konsumennya, baik anak-anak maupun orang dewasa. "Apakah ini gambaran kota yang Madani," Tanya Zulfa.

Dengan semangat HUT Kota Pekanbaru ke-230, masyarakat tetap berharap pada terwujudnya Pekanbaru menjadi Kota Metropolitan yang madani. Maka itulah BEM Universitas Riau menyampaikan Analisis Kebijakan Public dan Policy Recommendation Paper untuk Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menangani prostitusi dan penjualan minuman keras di Pekanbaru, di antaranya terkait prostitusi.

Mahasiswa meminta menutup secara tegas dan menyeluruh tempat-tempat prostitusi di setiap sudut Kota Pekanbaru, baik yang terstruktur maupun bersifat accidential. Memberikan perhatian dan penanganan khusus kepada seluruh pekerja-pekerja seks yang ada di Pekanbaru dengan program-program penanganan yang bersifat edukatif dan menghadirkan solusi seperti penyuluhan tentang bahaya prostitusi serta dampaknya baik bagi masyarakat maupun pada pekerja.

Mahasiswa mendesak Pemko membuat kebijakan preventif dan bersifat represif dengan tujuan utama menghapuskan praktik prostitusi di Kota Pekanbaru, menjalin kerjasama dengan seluruh elemen-elemen masyarakat dalam menanggulangi praktik prostitusi di Pekanbaru.

Masih menurut Zulfa, terkait penjualan minuman keras, BEM Unri meminta menetapkan batas umur bagi pembeli dan pengkonsumsi minuman keras dengan tegas dan bersifat berkelanjutan. Setiap penjualan minuman keras harus melalui pantauan pemerintah secara langsung, memberlakukan peraturan 'menunjukkan identitas berupa KTP,SIM, KK, dll saat membeli produk-produk minuman keras sebagai bukti bahwa pembeli tergolong
dalam usia yang sesuai dengan diatur pemerintah.

Dari peraturan ini diharap dapat menghindari pembeli yang berasal dari kalangan anak-anak, membuat kebijakan yang preventif dan juga bersifat represif dengan tujuan utama menghapuskan secara sistemik dan terstruktur penggunaan dan penjualan minuman keras di Kota Pekanbaru.

Sementara itu, Walikota Pekanbaru H Firdaus, ST, MT kepada riaueditor.com menyikapi kado ulang tahun mahasiswa tersebut dengan santai. Kata Wako, pembangunan dan keberhasilan itu butuh waktu.

"Pembangunan dan keberhasilan itu butuh proses dan waktu. Itu semua tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dengan diberikannya adik-adik kita mahasiswa kado itu sangat bagus berarti mereka peduli akan pembangunan kota Pekanbaru," kata Walikota Firdaus.

Kata Firdaus, pihaknya akan menampung aspirasi tersebut untuk selanjutnya menjadi masukan bagi Pemko Pekanbaru. "Kita akan mengevaluasi," kata Firdaus, ST, MT (vila)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini