Soal Lahan dan Kasus Kebakaran, Kades dan Warga Tebing Tinggi Timur Curhat ke Bupati

Redaksi Redaksi
Soal Lahan dan Kasus Kebakaran, Kades dan Warga Tebing Tinggi Timur Curhat ke Bupati
humas meranti
Soal Lahan dan Kasus Kebakaran, Kades dan Warga Tebing Tinggi Timur Curhat ke Bupati.
Tebing Tinggi Timur, riaueditor.com - Kunjungan Kerja (Kungker) Pj. Bupati di Kecamatan Tebing Tinggi Timur dimanfaatkan oleh masyarakat untuk curhat berbagai masalah yang dihadapi mulai dari soal izin konsesi perusahaan yang masuk ke area perkebunan warga, kekeringan, hingga penanggulangan kebakaran.

Dalam pertemuan yang melibatkan petani sagu, Kades, Tokoh Masyarakat tersebut seperti diutarakan Kades Lukun Lukman Ahmad, saat ini izin pengelolaan hutan yang diberikan pemerintah kepada dua perusahaan yakni PT. LUM dan PT. NSP yang mencapai lima ribuan hektar (5000 Ha) cukup merugikan masyarakat, bahkan dari hasil penghitunganya di area konsesi PT. LUM ternyata memasuki kebun-kebun masyarakat, parahnya lagi diakui Lukman PT. LUM mengklaim lahan masyarakat merupakan miliknya. "Banyak kebun masyarakat yang masuk area konsesi kami harap pak Bupati bisa mengingatkan janji Menteri yang akan mncabut izin PT. LUM," ujarnya.

Masalah lainnya, janji PT. NSP yang akan memberikan 100 Ha lahan konsesi untuk dijadikan tanaman kehidupan hingga saat ini belum terealisasi. "Janji PT. NSP untuk tanah kehidupan hingga saat ini belum direalisasikan," ujar tokoh masyarakat Abdul Manan yang juga aktif di Walhi Riau.

Selain itu operasional PT. NSP dikatakan masyarakat telah menyebabkan kekeringan dilahan warga, untuk itu warga menuntut PT. NSP untuk membuat bloking kanal agar kebun warga tidak kekeringan.

Sementara untuk masalah ekonomi kerakyatan dengan adanya 13 Kilang Sagu di Tebing Tinggi Timur, warga meminta bantuan dana kepada Pemda untuk dapat mengolah turunan sagu menjadi tepung, mie dan lainnya termasuk pengemasan turunan sagu secara modern agar mudah dipasarkan.

Kades Sungai Tohor, Efendi turut mengusulkan kepada Pj. Bupati dapat menganggarkan dana untuk masyarakat peduli api (MPA) yang mana sejak pencanangan zaman Gubri H. Anas Ma'mun tidak ada kelanjutan.

Selain itu masyarakat juga meminta diadakan tenaga ahli yang dapat membantu dalam hal oengolahan limbah sagu agar memiliki nilai ekonomi menjadi pupuk organik.

Menyikapi berbagai permasalah itu, Pj. Bupati yang didampingi Camat Tebing Tinggi Timur Elfandi, berjanji akan mengkomunikasikan masalah izin konsesi ketingkat pusat, begitu juga soal janji-janji perusahaan yang belum diwujudkan.

Satuhak yang menjadi pesan Bupati masyarakat tetap bersatu menjaga kondusifitas daerah, dan mengedepankan musyawarah mufakat serta gotong royong dalam menyelesaikan masalah daerah. "Mari bersama kita jaga kekompakan, utamakan musyawarah dan mufakat serta gotong royong dalam menyelesaikan setiap masalah dengan itu tak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan," pungkasnya. (rls/hmsmeranti)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini