Sanksi Administratif Tidak Menimbulkan Efek Jera PNS Nakal

Redaksi Redaksi
Sanksi Administratif Tidak Menimbulkan Efek Jera PNS Nakal
ist.net
Ahok beri sanksi PNS Nakal dengan mengepel kantor.
PEKANBARU, riaueditor.com- Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, M Guntur mengatakan, banyaknya PNS nakal yang terjaring razia kedisiplinan pegawai oleh Satpol PP Riau, kemarin. Guntur mengaku telah menerima nama-nama PNS yang terjaring razia gabungan antara BKD Riau, Inspektorat Riau dan Satpol PP Riau tersebut.

"Saya sudah menerima hasilnya, tetapi saya lupa siapa saja nama-namanya dan berapa jumlahnya. Untuk tindak lanjut mereka yang mangkir dari kerjanya, kita mengirim surat ke Kepala Satkernya untuk diberikan teguran kepada pegawainya tersebut," kata Guntur, Kamis (22/5).

Teguran tersebut berkala, lanjut Guntur, mulai dari sanksi administratif hingga pemotongan Tunjangan Beban Kerja (TBK). Sungguhpun begitu, sanksi tersebut tidak menimbulkan efek jera kepada PNS nakal tersebut dan bahkan ada nama yang berulang kali tercantum dalam hasil razia tersebut.

"Bukan masalah sanksi administrasi saja ya, menurut saya perlu ada suatu mainset yang harus dirubah oleh setiap PNS dengan mengetahui tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) nya masing-masing. Jika mereka (PNS) sadar akan tugasnya, saya yakin tidak akan terjadi PNS Riau yang identik dengan kedai kopi," tuturnya.

Dengan mengetahui Tupoksi sebagai PNS, lanjut mantan Kepala biro tata pemerintahan (Tapem) itu, mereka akan sadar kalau tugasnya adalah sebagai pembantu negara. Sebagai pembantu mereka harus menyelesaikan kerjaan yang menjadi tanggungjawabnya masing-masing.

"Saya tidak tahu, apakah ini sudah menjadi kultur (budaya, red) di Provinsi Riau tentang PNS kedai kopi?. Sebagai PNS mereka harus mematuhi pengaturan waktu dan minum kopi bisa dipindahkan ke jam istirahat ataupun sepulang kerja," ujarnya.

Ditanya, mungkinkah BKD menerapkan pemasangan foto bagi PNS yang terjaring razia itu di setiap Satkernya untuk memberi efek jera?. Menurut Guntur, wacana tersebut perlu kajian matang. "Intinya, mainset seorang pegawai harus dirubah," tukasnya.

Seperti diketahui, hampir setiap pekannya tim penegak kedisiplinan pegawai terus melakukan razia di setiap kedai kopi ataupun pusat perbelanjaan lainnya di Pekanbaru. Rabu (21/5) kemarin, setidaknya 37 PNS terjaring razia dibeberapa titik di Pekanbaru. (dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini