Terganjal Minimnya Infrastruktur

Pertumbuhan Ekonomi Pulau Merbau Melambat

Redaksi Redaksi
Pertumbuhan Ekonomi Pulau Merbau Melambat
doc.riaueditor
Sejumlah jalan Desa di Pulau Merbau belum tersentuh pembangunan.
SEMUKUT, riaueditor.com – Kecamatan Pulau Merbau, menjadi salah satu daerah pemekaran penyumbang tertinggi angka kemiskinan Kabupaten Kepulauan Meranti. Sektor perkebunan karet, sagu dan perikanan yang menjadi andalan ekonomi masyarakat, terkesan lambat pertumbuhannya. Meskipun daerah ini masih menyimpan potensi lahan untuk dikembangkan.

Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai pulau Merbau tetap tidak akan mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. Hal ini diungkapkan Ketua Yayasan Pejuang Meranti Ramlan Abdullah, Minggu (29/12) di Selatpanjang. Menurutnya, Kondisi ini turut dipicu dengan minimnya sarana pendidikan lanjutan yang turut menyebabkan tingginya anak putus sekolah

"Upaya membangun ekonomi masyarakat Pulau Merbau terganjal minimnya sarana infrastruktur. Hampir 90 persen akses jalan di Pulau terluar ini masih belum tersentuh pembangunan. Untuk itu, kita berharap ada upaya konkrit dari Pemkab Meranti agar memprioritaskan pembangunan infrastruktur Pulau Merbau dalam kurun dua tahun mendatang. Dengan upaya ini, paling tidak akan mampu merubah wajah infastruktur di daerah ini," ungkap Ramlan.

Menurut Ramlan, dari tiga gugusan pulau terluar yang dimiliki Meranti, Pulau Merbau merupakan salah satu daerah yang sangat minim sarana infrastrutur, baik jalan, jembatan maupun pelabuhan. Minimnya perhatian pembangunan infrastruktur daerah ini sejak masih bergabung dengan Bengkalis.

Dengan kondisi seperti ini, harusnya Pemkab Kepulauan Meranti memberikan porsi anggaran yang lebih signifikan untuk memicu pembangunan infrastrukturnya. Kalau tidak, daerah ini akan tumbuh menjadi kantong kemiskinan yang semakin tinggi.

"Sangat ironis, kalau daerah ini harus terus tertinggal. Jalan akses antar desanya banyak yang belum tersentuh pembangunan. Apalagi akses jalan porosnya, masih jauh dari harapan. Akibat dari kondisi ini, tingkat mobilitas ekonomi masyarakat jadi sangat rendah," terangnya.

Untuk itu, sambungnya, pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan pelabuhan harus digesa. "Kalau perlu, dari total 60 milyar alokasi anggaran PNPM Mandiri Pedesaan alokasi terbesarnya diarahkan ke Pulau Merbau. Cara ini akan lebih efisien  karena masyarakat yang langsung menjadi pelaksananya," beber Ramlan.(anje)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini