Pembangunan RLH di Labuh Baru Timur Tergolong Unik

Redaksi Redaksi
Pembangunan RLH di Labuh Baru Timur Tergolong Unik
fin/riaueditor.com
RLH: Masril Nini (baju putih) bersama seorang warga saat melihat rumah permanen yang tengah dituntaskan pengerjaannya.
PEKANBARU, riaueditor.com– Berbeda dengan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) lainnya di Kota Pekanbaru, pembangunan RLH di RT 04 RW 12 Kelurahan Labuh Baru Timur Kecamatan Payung Sekaki, tergolong unik. Pasalnya, oleh OMS yang menangani cukup dengan menuntaskan bangunan rumah permanen, yang belum siap.

Sebagaimana diakui oleh tukang yang mengerjakan, Masril Nini yang juga Ketua RT setempat saat ditemui, Sabtu (27/12) mengatakan, rumah permanen milik Samsuarti ini hanya sebatas menuntaskan saja, dan ini masuk dalam program bedah rumah, bukan RLH, katanya.

Alasannya, kata Masril, kalau RLH dibangun dengan type 36. Sedangkan yang ia kerjakan adalah bedah rumah.

"Penanggungjawabnya Organisasi Masyarakat Setempat (OMS). Namun saya hafal nama nama Ketua OMS Payung Sekaki karena tertingal di HP saya yang satu lagi," ujar Masril saat menghampiri wartawan di tengah kesibukannya memplaster dinding rumah tersebut.

Masril menyebutkan, dirinya hanya sebatas memborong sesuai kesepakatan dengan pihak OMS. Yakni, pemasangan keramik, plasteran dinding, plavon, pengecatan, pemasangan daun jendela 2 unit, pintu besar 1 unit, dan 1 unit konsen. Sedangkan pada bagian fisik lainnya tidak ada perbaikan karena sudah dalam kondisi cukup baik, ujarnya.

Ketika ditanya berapa diborongkan kepadanya rumah tersebut oleh OMS, Masril enggan menyebutkan. "Nilai borongannya, sedanglah," ujarnya malu-malu.

Ia menjelaskan, kepemilikan tanah atas rumah yang tengah dikerjakan, bukan atas nama Sumartini. Melainkan masih atas nama orangtuanya. Hanya saja kata Masril, ia belum tahu apakah tanah ini sudah dihibahkan orangtuanya ke Sumartini apa tidak.

Menariknya, program RLH yang berada dibawah naungan Dinas Cipta Karya PU Kota Pekanbaru ini, sedianya hanya ditujukan bagi warga yang kurang mampu. Seperti rumah berdinding papan, berlantai tanah, dan kepemilikan tanah atas nama sendiri.

Akan tetapi, beda halnya dengan pembangunan RLH di wilayah Kelurahan Labuh Baru Timur, justru terlihat kontradiktif dengan sebuah rumah papan tak jauh dari RLH yang tengah dikerjakan dan masih di wilayah RT yang sama, nyaris tumbang akibat termakan usia. (fin)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini