Kuasai Dinas PU `Ameng` Pantas Jadi Kadis PU Inhu

Redaksi Redaksi
Kuasai Dinas PU `Ameng` Pantas Jadi Kadis PU Inhu
INHU, riaueditor.com- Kantor pemerintahan di bangun dengan adanya masyarakat membayar pajak,dan tidak salah bila masyarakt bebas untuk keluar masuk kantor pemerintah"Seperti halnya kantor Dinas Pekerjaan Umum(PU)Inhu,disaat mulai proyek banyak orang berdatangan berbagai macam urusan,ada yang urus proyek dan ada yang usulkan proyek

Ameng, salah seorang kontraktor di Dinas PU Inhu disebut-sebut banyak kalangan berperan sebagai kepala dinas bayangan. Pasalnya, yang bersangkutan memiliki peran ganda, disamping menguasai puluhan proyek besar di PU Inhu, Ameng juga bisa memindah-mindahkan pejabat menurut seleranya.

Salah seorang Staf Pemkab yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa sekarang di Dinas PU kalau saya nilai Kadisnya bukan lagi pak Aswardi, tapi lebih pantasnya Ameng yang jadi Kadis PU. "Sebab, walau hanya selaku kontraktor namun Ameng lebih berkuasa menentukan arah kebijakan, bahkan kadis PU sendiri tidak berkutik dengan Ameng," katanya.

Tak sampai disitu saja, Kadis, Kabid hingga staf biasa di dinas PU takut dan nurut dengan perkataan Ameng, karena mereka takut dimutasi oleh Ameng, yang katanya di belakang Ameng ada petinggi pemda yang selalu diandalkannya untuk menakuti-nakuti pegawai dan juga mendapatkan proyek.

"Pabila ada yang tidak nurut apa kata Ameng, akan dilaporkan dan akhirnya pegawai yang tidak nurut akan dimutasi," jelasnya.

Terpisah, Aktifis LSM Peta Erik mengatakan, Ameng tahun ini banjir proyek, sedikitnya 26 paket mega proyek yang nilai besar berada di genggamannya. Untuk mendapatkan proyek Ameng selalu mengandalkan salah seorang petinggi Pemkab Inhu, "Makanya di setiap SKPD pada takut sama Ameng, khususnya di Dinas PU dan Pokja ULP," tandasnya.(her)

Kita minta instansi terkait seperti Badan Pemeriksa Keuangan(BPK), Kejaksaan, Tipikor dan Inspektotar agar segera lakukan penyelidikan di Pokja, Dinas PU dan proyek yang didapatkan oleh Ameng, saya yakin ada hal yang tidak beres saat pelelangan di Pokja ULP

Seprti yang perna saya sampaikan,"Terindikasi beberapa proyek ditemukan kejanggalan saat pelelangan di Pokja ULP,seperti proyek yang sudah masuki jadwal SPBJ tapi pemenangnya belum ada dan ini sudah jelas menyalai aturan(heri)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini