Komandan Satgas Karlahut TNI Tinjau Pos Pemantau BPBD Damkar Bukit Batu

Redaksi Redaksi
Komandan Satgas Karlahut TNI Tinjau Pos Pemantau BPBD Damkar Bukit Batu
dri
Asintel Divif-1 Kostrad Kolonel Inf Dwi Suharjo bersama Pj Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie saat meninjau Pos Pemantau BPBD-Damkar di Desa Sepakat,berapa hari yang lalu.
SUNGAIPAKNING, riaueditor.com – Komandan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan TNI, Kolonel Inf Dwi Suharjo menegaskan, dalam rangka membantu menanggulangi Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) serta kabut asap di Provinsi Riau, saat ini ditugaskan satu batalyon anggota TNI.

"Ada 1.059 anggota TNI dari berbagai kesatuan, baik itu TNI angkatan Darat, Laut dan Udara yang ditugaskan untuk membantu menanggulangi Karhutla di Provinsi Riau. Termasuk yang ditugaskan di Kabupaten Bengkalis dan Kecamatan Bukit Batu ini," jelas Dwi Suharjo.

Didampingi Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie, Asintel Divif-1 Kostrad tersebut mengemukakan hal itu ketika menggelar pertemuan di Pos Pemantau Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis di Desa Sepahat, Kecamatan Bukit Batu Rabu (23/9/2015) siang.

Kedatangan Dwi Suharjo Tim Satgas Udara dari Lanud Ruesmin Nuryadin Pekanbaru Kapten Yudi Amrizal serta Kepala BPBD Provinsi Riau Edward Sanger ke Pos BPBD-Damkar Sepahat itu sebagai bagian dari pemantauan langsung kondisi terkini Karlahut di Provinsi Riau. Khususnya di wilayah Kabupaten Bengkalis dari udara.

"Berikan informasi yang benar dan lengkap kepada anggota Satgas jika terjadi Karhutla, sehingga mereka dapat memberikan bantuan penanganan secepatnya. Masyarakat berhak menegur dan melaporkan mereka bila tidak melaksanakan tugas dengan baik," pesan Dwi Suharjo kepada peserta pertemuan tersebut.

Dwi Suharjo mengatakan, berdasarkan pantauannya dari udara saat sebelum mendarat di helipad di belakang Pos BPBD-Damkar, di wilayah Kabupaten Bengkalis yang dilaluinya sama sekali tidak ditemui titik api.

Di bagian lain Dwi mengingatkan bahwa antara TNI dan rakyat itu harus senantiasa manunggal. Satu sama lain ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Karena bersama rakyat TNI menjadi hebat dan kuat.

"Begitu juga dalam penanggulangan Karhutla yang terjadi saat ini, antara TNI harus saling bantu membantu mengatasinya. Karena itu berikan informasi dimana lokasi terjadi Karhutla kepada anggota Satgas dengan benar dan cepat, karena masyarakat setempat mengetahui kondisi lapangan yang sesungguhnya," harap Dwi Suharjo.

Kepada anggota yang ditugaskan di Kecamatan Bukit Batu yang juga hadir dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 35 itu, Dwi Suharjo berpesan agar melaksanakan tugas dan amanah yang diberikan negara tersebut dengan penuh rasa tanggungjawab.
"Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Bantu Pemerintah Bengkalis dan masyarakat dalam menanggulangi Karlahut. Jaga kesehatan," pesan Dwi Suharjo, sambil menyalami anggota satu per satu dengan salam komando khas anggota TNI.

Dengan menggunakan helikopter Dwi Suharjo tiba di Pos BPBD-Damkar sekitar pukul 13.20 WIB. Selain mengadakan pertemuan, dia juga menyempatkan diri meninjau canal blocking yang ada di sekitar Pos tersebut.

Menggunakan helicopter yang sama, Dwi Suharjo dan rombongan meninggalkan landasan helipad Pos BPBD-Damkar Sepahat untuk kembali ke Pekanbaru, sekitar pukul 14.20 WIB.(dri)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini