Kebijakan Rasionalisasi APBD, Pemprov Riau Siap Dikritik

Redaksi Redaksi
Kebijakan Rasionalisasi APBD, Pemprov Riau Siap Dikritik
humas riau
Wagubri, pada diskusi Diseminasi Ekonomi Terkini Prov Riau di Gedung Serbaguna BI.
PEKANBARU, riaueditor.com- Kebijakan Pemprov Riau untuk merasionalisasikan penggunaan APBD Riau tampaknya ada yang tak senang. Meskipun begitu, Pemprov Riau siap untuk dikritik dan tidak populer karena kebijakan ini bertujuan untuk memajukan daerah.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rahman usai acara diskusi ekonomi di bank Indonesia, kemarin. Menurutnya, kebijakan rasionalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau 2014 bertujuan untuk kemajuan daerah. Kendati, kebijakan itu tidak populer karena banyak pihak merasa tidak senang.

"Kami siap untuk dikritik dan tidak populer, karena banyak yang tidak suka. memang menjadi sorotan. Sebabnya, banyak proyek pembangunan fisik yang sudah dianggarkan maupun dana bantuan sosial dicoret," katanya.

Diakuinya, pemerintah daerah akan tetap optimis bahwa Riau bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di Sumatera. Struktur APBD yang sekarang bisa bermanfaat untuk jangka panjang. "Kita harus optimis," jelasnya.

Kebijakan rasionalisasi Pemprov Riau membuat realisasi anggaran belanja hingga triwulan II-2014 baru mencapai 12,76 persen dari alokasi di APBD tahun ini yang mencapai Rp8,28 triliun. Realisasi belanja tahun 2014 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi tahun 2013 yang mencapai 18,90 persen. Rendahnya realisasi anggaran belanja hingga triwulan II-2014 utamanya bersumber dari masih minimnya realisasi belanja modal yang baru mencapai 1,07 persen dari total anggaran.

"Minimnya realisasi belanja modal hingga triwulan laporan didorong oleh rendahnya realisasi belanja jalan, irigasi dan bangunan yang hanya mencapai 0,38 persen dari total anggaran. Jumlah itu lebih rendah dari realisasi pada semester I-2013 yang mencapai 17,45 persen. Sementara, realisasi belanja modal tertinggi berasal dari belanja peralatan mesin yang hingga triwulan II juga baru mencapai 7 persen," bebernya.(dea)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini