FMPMBK Kecewa, Pengelolaan Blok Kampar Diambil Alih Pertamina

Redaksi Redaksi
FMPMBK Kecewa, Pengelolaan Blok Kampar Diambil Alih Pertamina
zul/riaueditor.com
Pertemuan FMPMBK dengan Wapres Yusuf Kalla.
PELALAWAN, riaueditor.com - Pupus sudah harapan  Kabupaten Pelalawan dan Inhu untuk mengelola Blok Kampar. Pasalnya, Pemerintah telah menyerahkan ladang minyak di Provinsi Riau itu ke PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dimana penandatangan penyerahan Blok Kampar dilaksanakan Senin (2/11/2015) lalu antara SKK Migas dan Pertamina.

Hal ini dibenarkan oleh Tengku Zulmizan F Assagaff SE,Ak, juru bicara Forum Masyarakat Pelalawan Merebut Blok Kampar (FMPMBK) kepada riaueditor, Rabu (4/11/2015). Dirinya menyayangkan keputusan Pemerintah Pusat yang tidak memberikan peluang Daerah melalui BUMD untuk mengelola Blok Kampar.

"Kita belum diberi kesempatan untuk melakukan persentase terhadap tuntutan kita. Posisi kita menunggu malah tiba-tiba Pemerintah sudah membuat keputusan menyerahkan pengelolaan Blok Kampar ke Pertamina," ucapnya.

Dijelaskan Zulmizan, soal pengelolaan Blok Kampar yang akan diserahkan ke Pertamina sudah didengungkan Pemerintah Pusat sejak akhir tahun 2014 lalu dan baru direalisasikan pada tahun 2015 ini.

"Ya inilah jawaban dari perjuangan kita. Tapi meskipun kita kecewa, paling tidak ada beberapa hal yang telah dikabulkan seperti pemenang pengelolaan Blok Kampar tidak melalui lelang dan Blok Kampar tidak lagi dikelola Medco melainkan Pertamina," ucapnya.

Padahal, sambung Zulmizan perjuangan merebut Blok Kampar sudah sangat maksimal dimana 3 pihak sudah dilakukan pertemuan. Pertama, Kementerian ESDM pada bulan Januari 2015 dihadiri 7 pejabat Kementerian. Kedua pada bulan Februari 2015 melakukan pertemuan dengan Dirut Pertamina meskipun tuntutan kita soal porsi masih ditampung. Ketiga, pertemuan dengan Wakil Presiden Yusuf Kalla Mei 2015 dimana Wapres akan menyanggupi untuk menjadwalkan audiensi bersama antara Pemkab Pelalawan, Kementerian ESDM dan Dirut Pertamina.

"Tapi nyatanya jadwal audiensi belum juga kita terima dan alih-alih sudah diputuskan Pertamina sebagai pengelola Blok Kampar. Padahal 3 pertemuan yang kita lakukan belum ada satupun di follow up. Keputusan sudah dibuat tentu. Sekarang kita fokus ke bentuk kerjasama dengan Pertamina apalagi soal porsi Working Interest bagi Pelalawan," tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini