Dispenda Pelalawan Keluarkan Izin Pengelolaan Parkir RS Efarina

Redaksi Redaksi
Dispenda Pelalawan Keluarkan Izin Pengelolaan Parkir RS Efarina
zul/riaueditor.com
Petugas parkir RS Efarina Pangkalan Kerinci mulai berlakukan biaya atau tarif parkir.
PELALAWAN, riaueditor.com - Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Pelalawan telah mengeluarkan ‎izin pengelolaan parkir pada Rumah Sakit Swasta Efarina, yang sepekan terakhir menjadi perbincangan tamu, pasien, keluarga pasien terhadap kebijakan yang telah menerapkan tarif parkir.

Terkait hal ini, Kadispenda Pelalawan, Mayhendri melalui Kabid Pendapatan Asli Daerah (PAD), Edison membenarkan adanya penetapan ‎tarif parkir di Rumah Sakit Efarina. Menurutnya, pihaknya langsung turun ke lapangan begitu ada laporan dari salah satu ormas yang memberitahu adanya tarif parkir yang diberlakukan di rumah sakit tersebut.

"Untuk masalah itu sudah kita tindaklanjuti, dan memang benar Rumah Sakit Efarina menetapkan tarif parkir bagi para pengunjung," katanya.

‎Selanjutnya pihak Rumah Sakit mengajukan surat permohonan ke Dispenda   bernomor 290/RS.ETA/DIR/IX/2016 untuk penetapan biaya parkir di rumah sakit tersebut. Alasan pihak rumah sakit dengan menetapkan tarif parkir itu dikarenakan sudah beberapa kali terjadi kehilangan di rumah sakit tersebut sehingga management memberlakukan tarif parkir bagi masyarakat.

"Alasannya memang masuk akal karena sudah terjadi beberapa kehilangan kendaraan di rumah sakit tersebut dan jika kondisi ini dibiarkan maka bukan tak mungkin akan menurunkan kredibel rumah sakit itu, sehingga management memberlakukan tarif parkir," imbuhnya.

Berdasarkan surat permohonan rumah sakit tersebut, Dispenda kini tengah membuat balasan surat yang berisi aturan-aturan yang harus ‎ditetapkan oleh rumah sakit Efarina dalam menetapkan parkir. Misalnya, soal penetapan tarif parkir yang hanya ditetapkan Rp 1000 bagi kendaraan roda dua dan Rp 2000 bagi kendaraan roda empat.

"Juga bagi keluarga pasien yang tengah dirawat, mereka kan kadang harus keluar entah beli makanan atau mengambil sesuatu yang ketinggalan di rumah sehingga harus sebentar keluar dari rumah sakit. Kalau seperti itu, saya harapkan ya jangan diminta parkir ‎lagi jika mereka akan kembali ke rumah sakit. Management bisa memberi tanda dengan menstempel keluarga pasien, sehingga mereka tidak menjadi beban," ujarnya.

Namun saat disinggung riaueditor.com soal tarif parkir bagi pasien atau keluarga pasien yang rawat inap ataupun keluarga pasien yang berulang-ulang keluar masuk Rumah Sakit, Edison menjawab ‎tarifnya fleksibel dan belum ada pembicaraan tindak lanjut dengan pimpinan Rumah Sakit.

"Fleksibel aja dulu yang jelas tidak memberatkan masyarakat. Maunya kita seperti yang saya sampaikan jangan dikutip lagi cukup sekali menggunakan stempel. Ini tentu ada pembicaraan lanjut lagi nantinya bagaimana penetapannya," ujar Edison.

Disinggung soal PAD sendiri bagi Pemda atas pemberlakuan parkir di rumah sakit tersebut, Edison menjelaskan bahwa pemda akan  mendapatkan pemasukan dari penetapan tarif parkir di rumah sakit tersebut berupa pemasukan PAD. Besarannya adalah 30 persen dari karcis yang dikeluarkan.

"Ya, jadi nanti karcis parkirnya kita yang bikin. Nah, Rumah Sakit harus berikan 30 persen dari jumlah total karcis yang disobek itu. Hitungannya sendiri per bulan. Yang mencetak karcis mereka namun kita yang porpurasi menghitung bonggol. Karcis itukan ada yang tanda bolongnya itu yang kita porpurasi," katanya.

Ditambahkannya, persoalan penetapan tarif parkir yang diberlakukan di Rumah Sakit Efarina tak ada lagi kendala. Karena pihak rumah ‎sakit sendiri selain mau berkoordinasi dengan Pemda Pelalawan dalam hal ini Dispenda.

"Ya hari ini tadi surat izin pengelolaan parkirnya sudah kita keluarkan. Artinya management harus mau bertanggungjawab jika ada kendaraan yang hilang pasca diberlakukannya penetapan tarif parkir ini," pungkasnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini