Bupati Siak Buka Bulan Bhakti IBI KB

Survey Demografi, Angka Unmetneed PUS Tidak Ber-KB 11,8 Persen
Redaksi Redaksi
Bupati Siak Buka Bulan Bhakti IBI KB
TUALANG, riaueditor.com- Bupati Siak, Drs H Syamsuar, M.Si Kamis (27/3) secara langsung membuka Pencanangan Bulan Bhakti IBI KB Kesehatan tingkat Provinsi Riau dan tingkat Kabupaten Siak di Desa Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang.

Acara yang dihadiri Kepala BKKBN Pusat yang diwakili Inspektur Utama Dra. Mieke Selfia Sangian (Pembina Wilayah), Ketua IBI Pusat Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes, Wakil Bupati Siak H. Alfedri, Kepala BKKBN Provinsi Riau,Ketua TP PKK Kabupaten Siak Hj. Misnarni Syamsuar, serta Forkopimda Siak.

Sambutatan tertulis Gubernur Riau yang disampaikan oleh Bupati Siak menyebutkan, Gubernur Riau menyambut baik atas diadakannya pelaksanaan Bulan Bakti Pencanangan IBI KB Kesehatan ini, sekalian sebagai rangkaian dari kegiatan Peringatan Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia ke 63 yang pada tahun ini mengambil tema "Penguatan Profesi untuk mempersiapkan Generasi yang Berkualitas" sekaligus mendukung percepatan pencapaian MDG's tahun 2015.

Bupati juga menyampaikan, dalam menekan angka kematian Ibu, angka kematian bayi dan angka kematian balita dari tahun-ketahun, terus mengalami perkembangan yang signifikan, namun perlu diingatkan kembali, bahwa tahun 2015, pengukuran target kerja indikator MDG's tinggal didepan mata, sehingga tepat sekali hari ulang tahun Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Riau kali ini mengambil tema yang saya sebutkan tadi.

Bupati mengatakan, Angka Kematian Ibu (AKI) banyak disebabkan oleh empat hal yaitu, terlalu muda melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu dekat jarak kelahiran antara satu anak dengan anak yang lainnya, terlalu sering dan juga terlalu tua untuk melahirkan. Untuk itu, dengan ikut ber KB bisa mengurangi tingkat kematian ibu, karena dengan ber-KB pasangan usia subur (PUS) bisa memilih, menunda dan menjarangkan atau membatasi jumlah kelahiran.

Tak hanya itu, seiring dengan menurunnya angka kematian ibu, maka hal ini juga akan diikuti oleh nenurunnya angka kematian bayi dan juga angka kematian Balita, karena menurut pakar dan berdasarkan hasil penelitian kematian seorang ibu sangatlah berpengaruh terhadap kesehatan dan kehidupan anak-anaknya.

Berhubungan dengan program KB yang mempunyai tujuan disamping mengendalikan laju pertumbuhan penduduk juga bertujuan mengurangi tingkat kematian ibu, mengurangi tingkat kematian bayi, mengurangi kematian balita, memberikan perlindungan kesehatan reproduksi, perlindungan hak ibu dan anak dan juga perlindungan terhadap kehamilan yang tidak diinginkan.

"Maka perlu disampaikan, bahwa berdasarkan hasil survey demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI 2012) angka unmetneed PUS yang tidak ingin menambah jumlah anak, tapi tidak ber-KB masih tinggi yaitu sebesar 11,8 persen sementara angka pemakaian kontrasepsi secara aktif masih berkisar 54,0 persen," ungkap Bupati.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa kita harus lebih bekerja keras lagi untuk mengurangi angka unmet need tersebut dan meningkatkan pemakaian konstrasepsi secara berkualitas agar tujuan meningkatkan derajat kesehatan ibu di provinsi Riau akan tercapai, tandas Bupati.(Adi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini