Bupati Resmikan Rumah Layak Huni KAT Sokop

Redaksi Redaksi
Bupati Resmikan Rumah Layak Huni KAT Sokop
anje/riaueditor.com
Bupati ramah tamah dengan massyarakat saat berkunjung ke Desa Sokop dalam rangka menyerahkan Rumah Layak Huni Untuk KAT.
RANGSANGPESISIR, riaueditor.com– Meskipun melintasi jalan tanah yang berdebu sepanjang kurang lebih 4 km dengan kendaraan roda dua, Bupati Kepulauan Meranti, Irwan sedikitpun tak mengeluh. Bahkan tiba di Dusun Bandaraya, Desa Sokop, terpancar wajah kebahagiaan orang nomor satu di Meranti ini dapat berkumpul dengan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Desa Sokop, yang 95% merupakan masyarakat suku asli.
 
"Saya merasa bahagia dapat kembali lagi ke desa ini, berkumpul dan bertatap muka bersama warga masyarakat dari Komunitas Adat Terpencil di Desa Sokop. Terlebih lagi, saat ini masyarakat sudah bisa menempati rumah yang benar-benar layak untuk dihuni," ucap Bupati
 
Bupati selanjutkan, Suku Akit atau suku asli harus mendapatkan hidup yang layak, meskipun mereka hidup terpencil. "Hari ini saya hadir ditengah-tengah masyarakat adat terpencil adalah untuk menyerahkan 55 unit rumah layak huni kepada masyarakat KAT. Ini satu bentuk dan bukti kepedulian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat suku asli, dan patut kita syukuri," sebut Irwan.
 
"Tahun 2014 ini isyaAllah akan dibangun lagi rumah untuk Komunitas Adat Terpencil sebanyak 26 KK di Dusun Narelang Desa Sungai Tohor Barat dan 29 KK di Dusun Banau Desa Beting. Sehingga jumlah rumah Komunitas Adat Terpencil sebanyak 55 KK semuanya berasal dari dana APBD pusat. Dari dana APBD Provinsi Riau juga akan dibangun rumah KAT sebanyak 15 KK di Desa Kudap," ucap Bupati, selasa (4/3/14) kemarin.
 
Dijelaskan Bupati Pembangunan rumah layak huni, program pemberdayaan komunitas adat terpencil diwujudkan melalui pembangunan sarana jalan, sekolah, pelatihan dan bantuan ekonomi produktif. pemberdayaan ini semata-mata dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan KAT dalam aspek jasmani, rohani dan sosial.

"Perlu dicermati oleh kita bersama bahwa warga Komunitas Adat Terpencil memiliki potensi yang perlu kita perhatikan. Warga Komunitas Adat Terpencil memiliki kekayaan budaya berupa nilai, norma dan kearifan lokal. Memiliki hasil karya yang mempunyai nilai estetika maupun ekonomis. Dan lingkungan yang memiliki sumber daya alam yang bernilai tinggi," sebut Bupati.
 
Dalam peresmian tersebut, dihadiri juga Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Falzan Surahman,  Dinas Sosial Propinsi Riau yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial H. Sanusi, Kapolres Kepulauan Meranti, Pandra Arsyad serta, Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Meranti, Azmi Ibrahim. (je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini