Bupati Inhil Sampaikan Ranperda Pertanggung Jawaban APBD 2016

Redaksi Redaksi
Bupati Inhil Sampaikan Ranperda Pertanggung Jawaban APBD 2016
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN, riaueditor.com - Tahun 2016 lalu, Pemkab Inhil hanya mampu membelanjakan belanja modal sebesar Rp 415 miliar dari Rp693 miliar pagu dana yang ada.

Belanja modal tersebut terdiri dari belanja tanah, belanja peralatan dan mesin, belanja gedung dan bangunan, belanja jalan, irigasi dan jaringan, belanja aset tetap lainnya serta belanja aset lainnya.

"Belanja modal untuk tahun 2016 terealisasi sebesar 59,86 persen," ujar bupati saat menyampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2016 pada rapat paripurna ke-1 masa persidangan III di DPRD Inhil, Senin (4/9/2017).

Sementara itu, untuk belanja operasi yang terdiri dari belanja pegawai, belanja barang, belanja bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial dan bantuan keuangan dari anggaran sebesar Rp1,6 triliun terealisasi sebesar Rp1,5 triliun atau 93 persen. Untuk belanja daerah dan transfer pada APBD Tahun Anggaran 2016 terealisasi sebesar Rp1,9 triliun, bila dibandingkan dengan Belanja Daerah dan Transfer pada APBD Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp1,8 triliun, terjadi kenaikan sebesar Rp167 miliar.

"Berdasarkan realisasi pendapatan dan realisasi belanja dan transfer tersebut, maka Anggaran Tahun 2016 mengalami defisit sebesar Rp152 miliar," jelas bupati.

Kemudian untuk realisasi Belanja Daerah dan Transfer pada APBD Tahun Anggaran 2016, Belanja Tak Terduga, dari anggaran sebesar Rp800 juta tidak terealisasi sama sekali. Transfer atau bagi hasil pendapatan, dari anggaran sebesar Rp 3,9 miliar terealisasi 100 persen. Sementara untuk realisasi pembiayaan Neto pada APBD 2016 terealisasi sebesar Rp 368 miliar,bila dibandingkan dengan Pembiayaan Neto pada APBD 2015 sebesar Rp 528 miliar terjadi Penurunan sebesar Rp 160 miliar atau 69,72 persen.

"Dengan jumlah Pembiayaan Netto sebesar tersebut, maka Sisa lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Tahun 2016 sebesar Rp215 miliar," tambahnya.

Penerimaan pembiayaan yang terdiri dari penerimaan Silpa dan penerimaan kembali investasi dana bergulir, terealisasi sebesar Rp386 miliar. Bila dibandingkan dengan penerimaan pembiayaan tahun 2015 sebesar Rp528 miliar, terjadi penurunan sebesar Rp142 miliar. (Advertorial)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini