Bupati Harris Suarakan Pemkab Pelalawan Komit Atasi Persoalan Karlahut

Redaksi Redaksi
Bupati Harris Suarakan Pemkab Pelalawan Komit Atasi Persoalan Karlahut
zul/riaueditor.com
Bupati Harris Suarakan Pemkab Pelalawan Komit Atasi Persoalan Karlahut
PELALAWAN, riaueditor.com - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Provinsi Riau lakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Pelalawan. Kunker kali ini dilakukan guna melakukan koordinasi masalah karlahut. Rombongan DPD RI disambut Langsung Bupati Pelalawan HM Harris didampingi sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Pertemuan berlangsung di aula auditorium lantai II kantor bupati Pelalawan, Kamis (18/2/2016).

Rombongan DPD RI Khusus Pansus Karlahut ini dipimpin Parlindungan Purba SH,MM, Ketua Pansus Karlahut didampingi Drs H Abdul Gafar Usman MM,MSc. Wakil Ketua Pansus, Rosti Uli Purba, anggota, Intsiawati Ayus SH,MH, Daryati Uteng SE,MM anggota, H Nopi Candar SE, anggota Didi Iskandar Batubara SSos,SH,MSp, anggota dan AJi M Mirza Wardana ST anggota.

Bupati Harris dalam sambutannya mengungkap rasa terimakasihnya atas kunjungan kerja tim Pansus Karhutla di Kabupaten Pelalawan.

"Saya atas nama pemerintah daerah mengucapakan selamat datang  di Kabupaten Pelalawan," ungkapnya.

Terkait masalah Karlahut kata bupati, persoalan Karlahut di Kabupaten Pelalawan, tidak terlepas kondisi struktural lapisan gambut yang sangat tebal di kawasan Pelalawan. Disamping itu sebagian kecil masyarakat masih belum begitu paham terhadap dampak dari kebakaran hutan.

"Tak dapat dipungkiri sebagian kecil masyarakat masih belum paham betul bahaya karlahut. Disamping itu, kepedulian pihak perusahaan swasta menjaga areal perkebunan juga masih perlu dipertanyakan. Hal ini terbukti lapangan, hampir sebagian besar kebakaran terjadi di kawasan perkebunan milik perusahaan swasta," jelasnya.

Namun demikian, lanjut HM Harris, Pemerintah Kabupaten Pelalawan tetap komit mengatasi persoalan karlahut.

"Apapun ceritanya, yang jelas pemerintah tetap komit mengatasi persoalan Karlahut, pihak kita telah melengkapi berbagai peralatan pemadam kebakaran, tak hanya sampai disitu kita juga menyiapkan anggaran melalui APBD setiap tahunya," papar HM Harris.

Terkait pesoalan yang terjadi di lapangan sambung HM Harris, tim penanggulangan bencana kebakaran bekerja dilapangan sampai 24 jam.

"Kesulitan dilapangan adalah medan yang berat, lapisan gambut yang sangat tebal, kesulitan adalah ada pada peralatan dan pada kecilnya anggaran," jelasnya seraya melanjutkan  menyangkut pembiayaan penanggulang bencana Kahutla, Ia meminta kepada DPD RI agar memberikan dan menyalurkan aspirasi dari daerah kepada pemerintah pusat. Artinya daerah butuh dukungan DPD RI untuk mengatasi masalah kahutla. Termasuk pembiayaan penanggulangan dan pemadaman.

Terakhir bupati juga menyampaikan himbauanya kepada masyarakat agar turut bahu membahu dalam menumbuhkan kesadaran tentang bahaya karlahut.

Masih di tempat yang sama Parlindungan Purba SH,MM, Ketua Pansus Karlahut mengatakan rombongan DPD RI khususnya Pansus Karlahut datang ke Kabupaten Pelalawan guna melakukan menyerap aspirasi di lapangan.

"Dari pertemuan tadi, bupati banyak sekali memberikan masukkan, baik cara penanggulangan, konflik di lapangan, persoalan peralatan, medan yang berat, kemudian terkait anggaran," tutur Parlindungan Purba.

Ia juga mengatakan dari masukan tadi merupakan sebagai bahan atau dasar dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan di masa mendatang. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini