Bahas Serapan APBD Bengkalis, Pj Bupati Panggil Sejumlah SKPD

Redaksi Redaksi
Bahas Serapan APBD Bengkalis, Pj Bupati Panggil Sejumlah SKPD
dri
Pj Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie didampingi Sekretaris Daerah H Burhanuddin memimpin rapat staf terbatas.
BENGKALIS, riaueditor.com - Guna menyusun strategi dan mempercepat serapan APBD Kabupaten Bengkalis, Senin (24/8) malam Pj Bupati Bengkalis, H Ahmad Syah Harrofie memanggil sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk melakukan rapat terbatas di Wisma Daerah Sri Mahkota.

Pemanggilan kepala SKPD dilakukan Pj Bupati dilakukan kepada pimpinan unit kerja yang alokasi anggaran belanja langsung pada tahun 2015 ini relatif besar. Kehadiran SKPD dalam rapat terbatas yang digelar secara khusus oleh Pj Bupati bertujuan untuk mencari langkah-langkah konkrit guna mempercepat serapan dana APBD di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini.

Turut hadir dalam rapat tersebut, selain Sekretaris Daerah H Burhanuddin, Inspektur H Mukhlis, Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Heri Indra Putra dan Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Umum H Hermanto Baran.
Sedangkan Kepala SKPD yang diundang hadir diantaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum diwakili sekretarisnya Tarmizi serta Kadis Pasar dan Kebersihan H Indra Gunawan. Kadis Pendidikan diwakili sekretarisnya Supardi, Kadis Kehutanan dan Perkebunan H Herman Mahmud, Kadis Pertanian dan Peternakan H Ariyanto, Kadis Perhubungan, Komunikasi dan Informatika diwakili sekretarisnya Radius Akima, Kadis Kesehatan M Sukri, serta Kadis Tata Kota, Tata Ruang dan Pemukiman diwakili sekretarisnya Nilakusuma.

Selanjutnya Direktur RSUD Bengkalis H Zulkarnain, Kadis Pertambangan dan Energi, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa H Ismail, Kadis Kelautan dan Perikanan diwakili Misri Hasyim, Kabag Keuangan Akmal, Sekretaris Bappeda H Imam Hakim, serta Kabag Penyusunan Program Sevnur.

Kepala Bagian Humas, Johansyah Syafri melaporkan dalam rapat tersebut selain meminta perkembangan realisasi fisik dan keuangan di masing-masing SKPD, karena Pj Bupati menegaskan kepada Kepala SKPD terutama yang memiliki anggaran belanja langsung besar untuk mempercepat serapan dana.

"Harus fokus pada realisasi anggaran, karena Pj Bupati tetap mengingatkan dan menekankan agar upaya-upaya tersebut tetap dilakukan berada pada rel yang benar, tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Johansyah Syafri.

Menurut Johansyah, apapun upaya yang dilakukan untuk percepatan serapan anggaran dan tidak boleh menimbulkan persoalan hukum.

"Masing-masing SKPD diminta untuk mempercepat proses lelang, lebih-lebih proyek dengan nilai anggaran besar," ungkap Johan.

Johan membenarkan rapat tersebut sebagai tindaklanjut masih besarnya dana idle (dana menggangur) sebagaimana dirilis Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Jumat (21/8/) lalu. Berdasarkan keterangan Menteri yang pernah berkunjung ke Kabupaten Bengkalis pada Selasa  (16/6) lalu, Bengkalis termasuk lima besar kabupaten yang mempunyai dana idle terbesar di Indonesia.

"Lima kabupaten tersebut adalah Kutai Kertanegara (Provinsi Kalimantan Timur), Malang (Jawa Timur), Bengkalis (Riau), Cimahi (Jabar), Tangerang (Banten) dan Semarang (Jawa Tengah)," ungkapnya.

Johan juga menegaskan, sampai akhir Juli lalu, untuk belanja langsung ini, realisasi fisiknya baru sekitar 40 persen. Sedangkan untuk realisasi keuangan sekitar 20 persen.

"Meskipun realisasi fisik dan keuangan pada kondisi Juli lalu baik, realisasi fisik dan keuangan belanja langsung masih di bawah 50 persen, namun berdasarkan target atau prediksi yang disampaikan masing-masing SKPD, pada akhir tahun anggaran 2015, rata-rata optimis tercapai di atas 90 persen," sebutnya.

Rapat yang berakhir hingga pukul 21.55 WIB, melalui Johan, Pj Bupati  Bengkalis memberikan instruksi kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan agar terus memantau, mengkordinasikan dan mengevaluasi perkembangannya setiap saat. (dri)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini