Asisten II Siak: Ketahanan Pangan Dihadapkan Lima Masalah Besar

Redaksi Redaksi
Asisten II Siak: Ketahanan Pangan Dihadapkan Lima Masalah Besar
Wakil Bupati Drs H Alfedri, MSi buka Rapat Teknis Ketahanan Pangan di Siak.
SIAK, riaueditor.com- Ketahanan pangan sebagai salah satu pra syarat untuk memenuhi Hak Asasi Manusia dan juga sebagai salah satu pilar eksistensi dan kedaulatan suatu bangsa, dihadapkan dengan lima masalah besar, diantaranya adalah Ketersediaan pangan masih fluktuatif atau belum stabil, Sistem distribusi dan keamanan pangan yang belum efisien dan efektif, Infrastruktur belum memadai, Penerapan keanekaragaman pangan dan gizi seimbang belum merata, Terdapat daerah rawan pangan dan gizi buruk.

Demikian diutarakan oleh Asisten II Pemkab Siak Drs H Syafrilenti MSi pada acara rapat teknis dan sinkronisasi program penyuluhan Kabupaten Siak di Hotel Yasmin, kemarin.

"Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, halal, merata dan terjangkau. Oleh sebab itu, ketahanan pangan merupakan salah satu prasyarat bagi pemenuhan hak azazi manusia. Bila hal ini tidak tercukupi maka, akan berdampak negatif bagi masyarakat dan apa yang menjadi masalah yang telah disebutkan tadi, agar dapat diatasi secara optimal,"jelas Asisten II Pemkab Siak.

Terkait dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluh dan ketahanan Pangan Kabupaten Siak H Syahrial SE MM kepada wartawan mengatakan, harus bisa mengambil langkah-langkah dalam pemecahan masalah untuk mewujudkan ketahanan pangan sampai di tingkat rumah tangga.

"Oleh sebab itu, pada pelatihan yang sedang berlansung di hotel Yasmin ini, kita sengaja mendatangkan narasumber dari 3 pejabat kementerian Pusat dengan memberikan materi kepada PPL kita seperti Kementerian Pertanian, Kementerian perikanan dan kelautan serta Kementerian Kehutanan," kata Syahrial.

Menurut Syahrial, dengan menghadirkan tiga kementerian pusat itu agar kita bisa bekerjasama dalam mengatasi masalah yang berkenaan dengan pangan dan kita dapat memanfaatkan potensi serta keragaman sumber daya lokal untuk peningkatkan ketersediaan pangan, dengan memanfaatkan teknologi spesifik lokal dan ramah lingkungan.

"Kemudian masyarakat agar bisa dan mampu dalam mengkomsumsi pangan beragam dan bergizi seimbang melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan cita rasa dan cipta pangan khas Indonesia, pengembangan produk dan mutu pangan bergizi. Selanjutnya mengembangkan perdagangan pangan nasional dan antar daerah sehingga menjamin pasokan pangan keseluruh wilayah dan terjangkau oleh masyarakat, serta memanfaatkan pasar nasional pangan secara bijaksana bagi pemenuhan konsumen yang beragam dan memberikan jaminan akses yang lebih baik bagi masyarakat miskin perkotaan dan pedesaan atas pangan yang bersifat pokok," terangnya.

Syahrial menambahkan, mengingat cakupan permasalahan ketahanan pangan yang multi sektor, multi kepentingan dan multi wilayah, maka penanganan ketahanan pangan membutuhkan koordinasi untuk menyelaraskan dan mensinergikan berbagai kebijakan.

"Untuk itu, kepada seluruh instansi terkait agar dapat melakukan koordinasi dan sinergitas di bidang ketahanan pangan ini. Sehingga dapat terwujud ketersediaan pangan yang tercukupi sampai tingkat rumah tangga di seluruh wilayah Kabupaten Siak tercinta ini," imbuhnya. (man)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini