Datangi Puskesmas, Dewan Pelalawan Kritisi Diskes Minimnya APD

Redaksi Redaksi
Datangi Puskesmas, Dewan Pelalawan Kritisi Diskes Minimnya APD
zul/riaueditor.com

PELALAWAN, riaueditor.com - Kabupaten Pelalawan sebagai wilayah perbatasan dengan Pekanbaru, dan fasilitas kesehatan pertama sebelum dirujuk kerumah sakit.Begitu juga semua puskesmas mestinya menjadi screening awal pasien untuk melihat gejala dan menanyakan trakrecord kontak dan perjalanannya.Tenaga medis harus dilengkapi APD. Seperi hazmat, masker, sarung tangan, termometer dan lain - lain. 

Demikian disampaikan H Abdullah S.Pd politisi PKS yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Pelalawan kepada riaueditor.com, Kamis (16/4/2020). Menurutnya,puskesmas bisa jadi tempat penampungan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jika rumah sakit tak dapat lagi menampung pasien PDP.

"Saya datangi puskesmas dan Saya juga berkomunikasi intens dengan sejumlah tenaga medis.Jelas saja, belanja Rp. 6,7 Milyar utk APD baru diajukan ke APIP dan APH untuk pendampingan belum belanja. Darimana diskes mau beri APD kalau bukan bantuan propinsi yang terbatas. Untuk 2 hari pakai habis," paparnya.  

Lebih lanjut dikatakannya, pemeriksaan diperbatasan baru mau dimulai, 1 bulan setelah status siaga. Sebab alat alat untuk pemeriksaan suhu juga minim. 

"Gugus tugas harus segera ambil tindakan tindakan konkrit. Bagaimana mau beri handsanitizer, masker, disinfektan ke puskesmas-puskesmas, di media center gugus tugas aja tak ada,"ujarnya.  

Dilanjutkannya, Pemkab belum belanja APD sebab dana pergeseran Rp.6,7 milyar tahap pertama belum dibelanjakan.

"Buat aja, sejak tanggal 27 Maret Kita minta gugus tugas segera laksanakan belanja ini, jangan sampai tenaga medis korban. Belum lagi kita bicara rumah sakit swasta yg juga kesulitan harus menyiapkan ruangan isolasi dan APD sendiri. Harus gerak cepat saat ini dengan tetap berada dalam koridor aturan," tukasnya. (ZoelGomes)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini