DBD Kian Marak, DPRD Meranti Lakukan Perjalanan Dinas ke Diskes Pelalawan

Redaksi Redaksi
DBD Kian Marak, DPRD Meranti Lakukan Perjalanan Dinas ke Diskes Pelalawan
azw
DPRD Meranti Kunker ke Dinas Kesehatan Pelalawan
SELATPANJANG, riaueditor.com - Maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) membnuat prihatin beberapa anggota DPRD di Komisi B Kabupaten Kepulauan Meranti, dan memilih untuk melakukan perjalanan dinas ke dinas kesehatan kabupaten Pelalawan.

Kedatangan rombongan komisi B yang diketuai Ardiansyah SH,MSi didampingi Wakil Ketua DPRD Meranti, M Taufiqurrahman MSi disambut oleh sekretaris Dinas Kesehatan Pemkab Pellaawan H Asril SKM,MKes, kamis siang (25/2) di ruang rapat dinas kesehatan kabupaten Pelalawan.

juru bicara komisi B, Wakil Ketua DPRD Meranti M Taufiqqurahman menuturkan tahun 2016 sudah terdapat 50 kasus DBD di kepulauan Meranti, 35 kasus di bulan Januari dan 15 kasus di bulan Februari, selanjutnya kami melihat bahwa kabupaten Pelalawan memiliki keadaan tak jauh berbeda dengan Meranti, namun daerah Pelalawan kita lihat sukses dalam menangani dan mengatasi kasus DBD saat ini beber Taufiqurahman.

"Kami kesini dalam rangka sharing atau berbagi ilmu bagaimana cara penanggulangan, atau mengatasi DBD ini," katanya.

Menyambut maksud kedatangan rombongan Komisi B DPRD Meranti, Sekretaris dinas kesehatan Pelalawan H Asril SKM,MKes menuturkan, dalam mengantisipasi DBD adalah dengan membersihkan lingkungan, sementara fogging merupakan solusi terakhir, karena fogging hanya bisa membunuh nyamuk dewasa saja, sementara jentik tidak akan mati oleh fogging, katanya.

Menurut H Asril fogging tidak baik untuk kesehatan yakni bisa merusak sistem saraf, gagal ginjal, sakit perut dan muntah-muntah, diare, dan penurunan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, sambungnya, tindakan fogging harganya mahal dengan hasilnya yang tidak begitu signifikan bahkan akan membuat nyamuknya menjadi resisten (kebal dan tak mati karena fogging) papar Asril.

Menerima dengan apa yang disampaikan Asril, wakil ketua DPRD Meranti M Taufiqqurahman MSi mengimbau seluruh masyarakat Meranti agar bisa menjalankan pola hidup bersih, dengan mengubur barang-barang bekas.

"Masyarakat harus bersama-sama bergotong-royong membersihkan lingkungan tempat tinggal agar sarang nyamuk yang bisa menimbulkan jentik-jentik bisa mati, juga sebisa mungkin menghindari fogging, untuk kesehatan kita bersama," tukasnya.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan foto bersama dan pemberian plakat ke dinas kesehatan Pelalawan.(azw)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini