Berani Lawan Begal Karena Terbayang Wajah Anak, Wanita Driver Taksi Online Alami 10 Tusukan

Redaksi Redaksi
Berani Lawan Begal Karena Terbayang Wajah Anak, Wanita Driver Taksi Online Alami 10 Tusukan
Geyflin Trise saat memberikan keterangan kepada polisi.(Foto: kompas.com/Firman Taufiqurrahman)

JAKARTA - Sopir taksi online, Geyflin Trise (45) menggagalkan pembegalan terhadap dirinya yang dilakukan dua orang wanita berinisial NPD (17) dan NAM (18), Jumat dini hari kemarin.

Geyflin mengungkapkan, dirinya berani melawan pelaku karena terbayang wajah dua anaknya di rumah. Padahal, pelaku sudah menempelkan sangkur ke leher korban. Warga Tomang, Jakarta Barat, ini lantas berusaha merebut senjata tajam tersebut.

"Kalau tidak saya coba ambil, leher bisa kegorok, saya bisa mati. Saat itu terbayang wajah anak-anak di rumah. Saya jangan mati, saya harus lawan," ujarnya di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar) seperti dilansir dari kompas.com.

Saat berusaha merebut sangkur milik pelaku, dirinya dihujami tusukan senjata tajam oleh pelaku lainnya.

"Saat itu saya tidak merasakan apa-apa meski ditusuk-tusuk sama si pelaku satunya lagi, pokoknya saya harus lawan, saya harus bisa keluar dari mobil," ucapnya.

Geyflin berhasil merebut sangkur pelaku. Ia kemudian melompat keluar dari mobil dan meminta pertolongan warga. Warga lantas menangkap pelaku. Akibat kejadian itu, Geyflin menderita sepuluh luka tusuk.

Aksi bermula saat dua pelaku mulanya berpura-pura menjadi penumpang. Mereka naik dari Pasir Jambu, Bogor, Jabar. Mereka minta diantar ke daerah Cibeber, Cianjur.

Saat menerima order tersebut Geyflin tak merasa curiga dengan dua penumpangnya. Dua remaja wanita yang menaiki mobilnya itu berpenampilan sopan dan terlihat ramah.

Meski harus ke luar kota, Geyflin tetap menyanggupi order itu karena pertimbangan performa.

"Ongkosnya sekitar Rp 300.000,” ungkap ibu dua anak ini.

Pelaku memulai aksinya jelang mencapai titik tujuan. Pelaku tiba-tiba meminta Geyflin berhenti di tempat sepi. Akan tetapi Geyflin tak menyanggupinya. Ia memilih tetap berjalan untuk mencari tempat yang terang dan ada orang.

"Tapi, tiba-tiba yang ini (pelaku) mendekat ke badan saya dari belakang, sambil bilang, 'Mati lu, mati lu',” tutur Geyflin menirukan ucapan pelaku.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Cianjur AKBP Aszhari Kurniawan menuturkan, pelaku melakukan pembegalan karena desakan ekonomi.

"Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, karena harus menghidupi diri sendiri, sudah tidak dibantu keluarga. Pengakuannya baru kali ini dilakukan," jelasnya, Jumat.

Aszhari mengungkapkan, pelaku telah merancang aksinya. Mereka mengincar sopir taksi online secara acak. Untuk menunjang aksinya, pelaku terlebih dulu membeli senjata tajam.

"Tujuannya untuk merampas mobil korban," bebernya. Dari pelaku, polisi menyita sejumlah barang, di antaranya sebilah sangkur, belati, martil, dan kunci leter L. Kini, tersangka dijerat Pasal 365 ayat 4 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan kekerasan. Mereka terancam hukuman seumur hidup atau penjara selama 20 tahun.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini