Warga Ponorogo Hijrah karena Bisikan Kiamat, Khofifah: Yo Opo Rek

Redaksi Redaksi
Warga Ponorogo Hijrah karena Bisikan Kiamat, Khofifah: Yo Opo Rek
Photo : VIVA.co.id/Nur Faishal
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terlihat kaget setengah tidak percaya ketika ditanya soal adanya kabar puluhan warga Kabupaten Ponorogo yang pindah tinggal ke Kabupaten Malang karena termakan isu kiamat. Menurutnya, jika benar seperti itu yang terjadi, mereka adalah korban informasi tidak benar atau bisa juga salah rujukan.

"Yo opo, Rek, onok kiamat kok iso onok uwong pindah nang Malang. Dipikir nek kiamat nanggone kono terus dekne aman nang Malang (Bagaimana kok bisa ada kiamat terus ada orang pindah ke Malang. Dipikir kalau ada kiamat di sana terus aman di Malang)," kata Khofifah di sela ramah-tamah dengan Pengurus GP Ansor Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Rabu malam, 13 Maret 2019.

Khofifah enggan menuturkan apa langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyikapi itu. Menurutnya, jika benar seperti itu yang terjadi, hal itu menggambarkan adanya kerentanan masyarakat ketika menerima sebuah informasi yang tidak benar.

"Mereka belum sempat bertabayun dan klarifikasi, atau mereka salah referensi," ujarnya.

Dia menjelaskan 52 orang tersebut dinilai memiliki ketaatan terhadap figur tertentu. Bila figur tertentu bicara maka mereka akan mengikutinya.

 

"Ketika mereka menjadi top referrer (perujuk teratas) dalam hidupnya menyampaikan sesuatu, ya sudah, dia langsung percaya, dianggap sebagai sebuah kebenaran," ujar Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu.

Kemudian, ia menambahkan fenomena hijrahnya puluhan warga Ponorogo karena termakan isu kiamat itu harus dijadikan refleksi bersama.

"Harus makin banyak berkomunikasi dan bersapa dengan masyarakat bahwa ada hal di mana kalau mereka beragama Islam, kan, ada informasi, ya fatabayyanu, bertabayunlah, klarifikasilah," ujar Khofifah.

Sebelumnya, 52 orang yang merupakan warga Dusun Krajan, Desa Watubonang, kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, pindah ke Kabupaten Malang karena terhasut isu akan datangnya kiamat. Camat Padegan mengatakan mereka pindah sejak sebulan lalu setelah dikabarkan didekati oleh seseorang yang menyampaikan fatwa kiamat sudah dekat.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni Bupati Ponorogo mengatakan 52 warga itu pindah dan kini tinggal di Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kasembon, Kabupaten Malang.

"Mereka percaya akan ada kiamat dan kalau di pondok itu enggak ikut kiamat," katanya.

Adapun pihak Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin langsung mengklarifikasi bahwa fatwa kiamat yang merasuki pikiran warga yang pindah telah dipelintir. Warga yang hijrah ke Malang dinilai telah salah tafsir.

"Sesuai pernyataan MUI dan Pondok Pesantren, itu semua yang disampaikan berasal dari Alquran dan Hadis. Sama MUI, juga sudah disahihkan sebagai dasar fatwa kiamat sudah dekat. Cuma yang berkembang itu, kiamat sudah dekat. Padahal, bukan itu yang dimaksud," kata Camat Kasembon, Hendra, menyampaikan hasil klarifikasi.

(civa.co.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini