Sah, 2019 Pemerintah Akan Impor Garam 2,7 Juta Ton dan Gula 2,8 Juta Ton

Redaksi Redaksi
Sah, 2019 Pemerintah Akan Impor Garam 2,7 Juta Ton dan Gula 2,8 Juta Ton
(Doc. Net)
lustrasi kegiatan pertanian garam

JAKARTA - Menko Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan pemerintah sudah menyepakati akan mengimpor gula kristal rafinasi (GKR) dan garam industri untuk 2019. Rencananya, impor gula rafinasi sebesar 2,8 juta ton dan garam industri 2,7 juta ton.

Sementara untuk impor beras masih belum diputuskan. Pasalnya, jumlah pasokan di Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sekitar 2,4 juta ton per 21 Desember 2018.

"Beras masih banyak, tapi itu kami pantau terus setiap bulan. Tapi data ini sebenarnya tidak akan keliru," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Jumat, (21/12/2018).

Menurut Darmin, impor gula mengalami penurunan sekitar 22% dari tahun 2018 yang mencapai 3,6 juta ton. Hal ini dipicu oleh semakin baiknya tingkat produksi di dalam negeri.

Berdasarkan data Kemenko Perekonomian, setidaknya pasokan gula rafinasi masih ada sekitar 1 juta ton. Hal ini karena data realisasi impor gula rafinasi per November 2018 sudah masuk 2,96 juta ton.

"Untuk gula kristal putih yang untuk konsumsi masyarakat, tidak ada impor karena stoknya banyak dan harga rendah. Jadi yang impor hanya gula industri," katanya.

Sementara itu, volume impor garam tahun depan lebih rendah sekitar 27,02 persen dari tahun ini sebesar 3,7 juta ton. Seperti halnya impor gula, Darmin bilang volume impor garam turun karena masih ada pasokan garam sekitar 1 juta ton sampai bulan ini.

"Informasi saat ini ada stok (garam), tapi belum disertai dengan informasi di mana saja stoknya. Kalau gula sudah ada informasi stok di mana saja," katanya.

Untuk itu, Darmin bilang keputusan impor sudah final, tapi belum ditentukan kapan waktu impornya. Sebab, ia ingin mengecek sekali lagi terkait jumlah pasokan dan titik persebarannya sebelum benar-benar membuka keran impor.

"Mereka (kementerian teknis) minta waktu sebulan ini, baru nanti kami rapatkan lagi," pungkas Darmin.

(jarrak.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini