Rekan Hermansyah Duga Ada Motif Lain di Balik Insiden Pembacokan

Redaksi Redaksi
Rekan Hermansyah Duga Ada Motif Lain di Balik Insiden Pembacokan
foto: okezone

JAKARTA - Juru Bicara Aksi Solidaritas ITB untuk Hermansyah, Ahmad Sarbini, tak mau begitu saja percaya dengan pernyataan kepolisian yang menyebut bahwa pembacokan terhadap rekannya itu diawali dengan senggolan mobil. Ia menduga ada motif lain di balik aksi penganiayaan itu.

"Tak menutup kemungkinan ada motif lain," kata Sarbini saat berbincang dengan Okezone, Kamis (13/7/2017).

Tak Hanya Tangkap 4 Pengeroyok Hermansyah, Polisi Juga Sita Barang Bukti

Dugaan itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, hingga kini belum ada penjelasan dari korban atau keluarga korban mengenai peristiwa itu lantaran yang bersangkutan masih terbaring di rumah sakit. Terlebih sebelum kejadian ada kabar bahwa Hermansyah sempat diteror melalui SMS.

"Menurut hemat saya enggak menutup kemungkinan ke hal yang lain. Kita kan enggak bisa men-judge oh ini ke itu (persenggolan-red) apalagi keluarga korban belum bisa beri informasi mendetail (soal kabar teror SMS dan sebagainya)," terang Sarbini.

Ia berharap polisi bisa mengungkap motif sebenarnya dari peristiwa ini. Polisi diharap bekerja secara baik dan profesional.

"Ini polisi harus ungkap," katanya.

‎Sebagaimana diketahui, Hermansyah dibacok dan dikeroyok sejumlah orang pada Minggu, 9 Juli 2017. Polisi mengatakan, kejadian bermula dari aksi senggolan mobil, lalu korban menegur pelaku. Karena tak terima, Hermansyah pun dikeroyok dan dibacok hingga kritis.

Empat pelaku pembacokan Hermansyah berhasil diringkus polisi. Keempatnya yakni Lauren Paliyama, Edwin Hitipeuw, Richard dan Erick.‎ Sementara itu, hingga kini polisi masih memburu seorang wanita yang ikut dalam mobil pelaku pengeroyokan terhadap Hermansyah

(erh/okezone)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini