Novel Baswedan Bilang Perkara Penyiraman Air Keras Bukan Kasus Susah

Redaksi Redaksi
Novel Baswedan Bilang Perkara Penyiraman Air Keras Bukan Kasus Susah
Foto Okezone/Heru Haryono
Novel Baswedan.

JAKARTA - Penyidik penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengatakan bahwa perkara penyiraman air keras yang dialaminya bukan kasus yang sulit.

Novel dan tim kuasa hukum pun berencana melakukan penyelidikan sendiri.

"Ini bukan kasus susah. Bersama tim kuasa hukum kami sudah lakukan investigasi," kata Novel dalam program diskusi Tokoh Bicara yang disiarkan Radio MNC Trijaya, Rabu (18/4/2018).

Sudah setahun lebih aparat kepolisian tak mampu mengungkap kasus penyiraman air keras Novel Baswedan. Desakan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sepertinya juga tidak direspon Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Novel menjelaskan, nantinya dalam sebulan ke depan pihaknya akan memaparkan hasil yang didapat dari investigasi tersebut. Sehingga, hasil penyelidikan itu bisa dibandingkan dengan penyelidikan oleh polisi.

"Kami akan coba membandingkan kerja tim kuasa hukum dengan kepolisian yang sudah kerja selama setahun dan membandingkan kerja selama sebulan," jelasnya.

Novel meyakini, hasil investigasi nanti akan menunjukkan bukti-bukti agar semakin mudah memperlihatkan siapa pelaku penyerangan itu. Namun, dalam proses investigasinya pihaknya tak akan merecoki penyelidikan yang telah dilakukan oleh kepolisian.

"Ketika itu kami akan ungkap semakin jelas pula akan terungkap," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Selasa, 11 April 2017 usai Subuh silam, dua orang tak dikenal menyiram air keras ke muka Novel Baswedan.

Teror itu terjadi sepulangnya Novel melaksanakan salat di Masjid dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibat penyerangan tersebut, penyidik KPK itu harus menjalani pengobatan di Singapura.

Kedua matanya nyaris rusak. Kini penglihatan mata kanannya belum sepenuhnya normal, sementara mata kirinya baru saja menjalani operasi tahap kedua.

(okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini