Mendesak Gerakan Masif Perangi Predator Seksual Anak

Redaksi Redaksi
Mendesak Gerakan Masif Perangi Predator Seksual Anak
ilustrasi
JAKARTA -- Mayat bocah perempuan PFN  alias Eneng (9) yang ditemukan di dalam kardus beberapa waktu lalu semakin menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia rentan terhadap kejahatan seksual.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq mengatakan, Indonesia saat ini memang sedang dalam fase darurat kekerasan terhadap anak. Tadinya, semua masyarakat termasuk DPR berharap kasus Anggeline yang terjadi di Bali adalah kasus kekerasan terakhir terhadap anak-anak. Tapi ternyata, masih ada lagi anak kecil yang merenggang nyawa akibat kekerasan seksual.

"Saya akan meminta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise serta KPAI untuk memberi penjelasan tentang peristiwa kekerasan ini. Termasuk data terakhir dan strategi ke depan mengantisipasi kejadian ini agar tidak terulang," ujar Maman kepada Okezone, Senin (5/10/2015).

Anggota Majelis Syariah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mendesak, seluruh lapisan masyarakat bukan hanya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, KPAI dan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) untuk memeranggi para predator kejahatan seksual yang terus mengancam masa depan anak-anak Indonesia.

Karena, menurut Maman, kasus kekerasan terhadap diibaratkan seperti fenomena gunung es yang saat ini sudah dalam taraf mengkhawatirkan.

"Harus ada gerakan masif yang sistematis untuk memerangi kekerasan terhadap anak ini," katanya.

Sebelumnya, mayat perempuan tanpa busana dan tanpa identitas yang ditemukan di dalam kardus, di Jalan Sahabat RT 06 RW 05, Kamal, Kalideres, Jakarta Barat.

Saat ditemukan, mayat bocah tak berdosa itu dalam kondisi yang mengenaskan di mana kaki, tangan, terikat oleh sebuah plester dan mulutnya tersumpal kaos berwarna putih. Pada bibir dan hidungnya mengeluarkan darah segar.

Saat dilakukan autopsi siswi sekolah dasar tersebut ternyata adalah korban dari kejahatan seksual, pasalnya di bagian dubur dan kemaluan korban ditemukan adanya sperma milik pelaku.

Sementara korban juga di beberapa bagian tubuhnya mengalami luka lebam akibat hantaman benda tumpul, sementara di bagian leher korban juga ditemukan adanya bekas cekikan.


(MSR/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini