Mantan Petinggi BNN Ungkap Bahaya Orang Asing di Indonesia

Redaksi Redaksi
Mantan Petinggi BNN Ungkap Bahaya Orang Asing di Indonesia
ilustrasi okezone
JAKARTA - Mantan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen (Purn) Benny Mamoto,‎ meminta seluruh aparat untuk berhati-hati lantaran semakin banyaknya warga negara asing (WNA) yang menyambangi Indonesia.

Benny mengungkapkan, penangkapan 31 WNA asal China dan Taiwan lantaran melakukan kejahatan cyber crime di berbagai lokasi di Jakarta menjadi ancaman serius terhadap kemungkinan adanya peredaran narkoba yang melibatkan orang asing di dalam negeri.

"‎Saat ini kita menyaksikan di media massa penangkapan cyber crime sudah ratusan, dan analisis saya (peredaran narkoba) ke depan ancaman lebih serius," ujar Benny dalam acara Diskusi Radio Sindotrijaya Network yang bertajuk 'Hitam Putih Pemberantasan Narkoba' di Rumah Makan Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/8/2016).

Keberadaan WNA di Indonesia, lanjut Benny, akan mampu memutus mata rantai pengiriman barang haram tersebut. Sebab, produksi narkoba akan lebih mudah dilakukan di dalam negeri. "Bagaimana mata rantai itu diputus dan menjadi produksi didalam negeri. Dan, pengawasan orang asing menjadi penting," sambungnya.

Benny mengimbau pemerintah mampu memaksimalkan peran RT dan RW di setiap lingkungannya. Tak hanya itu, purnawirawan jenderal bintang dua ini juga meminta peran serta dari para pemilik apartemen untuk mengawasi setiap penghuninya.

"‎Jadi peran RT dan RW itu menjadi penting. Ketika kami mengungkap narkoba di Sentul dulu, ternyata RT dan RW-nya tidak tahu siapa penghuninya, karena penyewa dan pemakainya berbeda. Ini apartemen jangan asal laku, harus berperan serta juga dalam melakukan pengawasan," lanjut Benny.

"‎Dalam penanganan narkoba dengan konsep internasional. Ada perlunya keseimbangan dan berlaku hukum pasar ketika ingin menambah konsumen baru," tandasnya.   



(ulu/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini