Mahasiswa Solo Gelar Penggalangan Dana dan Aksi Melawan Asap

Redaksi Redaksi
Mahasiswa Solo Gelar Penggalangan Dana dan Aksi Melawan Asap
ade/rls
Mahasiswa Solo Gelar Penggalangan Dana dan Aksi Melawan Asap.
SOLO, riaueditor.com - Mahasiswa Solo asal Riau yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa melawan asap melakukan aksi dan teatrikal serta penggalangan dana. Abdurrahman Afa dalam pres rilisnya menyebutkan, aksi ini merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap penderitaan masyarakat Riau, Sumsel, Jambi dan Kalimantan yang dilanda kabut asap.

"Kami menginisiasi gerakan ini pada awalnya dari keprihatinan dan kepedulian kita melihat keadaan di sana (Riau). Sebagai, mahasiswa kedokteran kita tahu bahwa asap tidak akan langsung menyebabkan penyakit berbahaya, namun beberapa tahun lagi mungkin akan terjadi lonjakan sakit paru di daerah korban kabut asap," tutur Abdurrahman, Selasa (13/10).

Dikatakannya, keluarga besar Mahasiswa FK UNS mengajak berbagai elemen mahasiswa untuk bergabung baik dari UNS baik BEM, LDK, UMS, Unsahid, dan beberapa universitas lain di Solo Raya yang dibantu oleh Pukomda LDK Solo Raya melakukan aksi.

"Mungkin ini tidak akan membantu banyak bagi warga di sana tapi kami berharap dapat menjadi pemantik kepedulian seluruh mahasiswa dan rakyat Indonesia dimana pun mereka berada. Dan beberapa harapan kami tertuang dalam pernyataan sikap yang kami buat," terangnya.

Koordinator Lapangan Akbar Deyaharsya mengatakan, sekitar 80 mahasiswa dari berbagai elemen dan kampus yang menghimpun diri dalam Gerakan Mahasiswa Solo Melawan Asap turun juga melakukan aksi di Car Free Day pada Minggu (11/10) lalu.

"Aksi ini adalah respon dan keresahan mahasiswa Solo atas bencana asap yang terjadi di Riau, Jambi, dan beberapa titik lainnya di Sumatera dan Kalimantan satu bulan terakhir," ujarnya.

Dalam aksinya, mereka berjalan dari bundaran Gladak menuju Gramedia dengan mengajak pengunjung CFD Solo untuk ikut peduli bencana asap dan menyisihkan sedikit uangnya untuk membantu saudara-saudara yang ada di Sumatera dan Kalimantan.

"Rekap terakhir terhimpun donasi sebesar Rp 3.900.000 (masih bisa bertambah) yang akan disalurkan ke Sumatera dan Kalimantan melalui PKPU Solo," terangnya.

Tak hanya itu, para mahasiswa juga mengadakan aksi teatrikal (menceritakan tentang asap yang memakan korban dan ketidakpedulian) dan aksi diam dengan menahan nafas selama 1 menit, dengan maksud untuk ikut merasakan penderitaan para korban asap. Kemudian aksi ditutup dengan beberapa pernyataan sikap dari mahasiswa.

Berikut pernyataan sikapnya:
1. Mendesak pemerintah untuk meningkatan kualitas kesehatan masyarakat Riau, Jambi dan sekitarnya yang terkena dampak dari asap.
2. Menuntut pemberantasan semua mafia pembakaran hutan dan illegal loging dari hutan hutan Indonesia.
3. Menuntut optimalisasi komisi khusus penanggulangan asap Riau dan Jambi guna percepatan penanggulangan bencana asap Riau dan Jambi dan sekitarnya.
4. Mendesak pemerintah memberikan sanksi yang tegas kepada semua korporasi yang terlibat dalam pembakar hutan di Indonesia.
5. Mendukung semua kegiatan, pergerakan dan aksi dari sejawat mahasiswa yang menyuarakan Indonesia bebas asap.
6. Mengajak semua mahasiswa serta seluruh rakyat Indonesia untuk turut melawan asap di semua wilayah di Indonesia.

(rls/ade)



Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini