Kekerasan Seksual Intai Perayaan Malam Tahun Baru

Redaksi Redaksi
Kekerasan Seksual Intai Perayaan Malam Tahun Baru
ilustrasi
YOGYAKARTA - Malam pergantian tahun orangtua hendaknya terus memonitor atau memberikan perhatian ekstra kepada anaknya terutama yang masih di bawah umur. Sebab, biasanya momentum pergantian tahun rawan kasus kekerasan seksual pada anak.

Manager Divisi Pengorganisasian Masyarakat dan Advokasi LSM, Rifka Annisa, Muhammad Thonthowi mengatakan, malam pergantian tahun biasanya sering dimanfaatkan anak muda untuk keluar rumah sampai larut malam tanpa pantauan orangtua. Terlebih adanya kelonggaran yang diberikan orangtua untuk berkumpul dengan teman-temannya.

"Orangtua diharapkan jangan sampai lengah dalam hal memantau anaknya saat malam pergantian tahun. Jangan sampai anak melakukan tindakan menyimpang," katanya saat dihubungi Rabu (30/12/2015).

Hal ini untuk mengantisipasi kekerasan seksual pada anaknya. Sebab, potensi kekerasan seksual pra nikah di malam tahun baru tinggi. Pelaku kekerasan biasanya justru orang-orang terdekat, seperti pacar, teman atau bahkan tetangga.

"Hubungan seksual pra nikah itu tinggi di akhir tahun, orangtua harus waspada, memonitoring anaknya," katanya.

Thonthowi menambahkan, dari data yang dimilikinya, pada 2015 saja kekerasan pada perempuan cukup tinggi. Adapun kasus tersebut antara lain kekerasan terhadap istri sebanyak 223 kasus, kekerasan dalam keluarga lima kasus, kekerasan dalam pacaran 34 kasus, perkosaan 36 kasus, dan pelecehan seksual 15 kasus.

"Korban kebanyakan masih di bawah umur," katanya.


(Ari/okezone)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini