KNKT: Pesawat Tak Meledak di Udara, Pecah Saat Jatuh di Laut karena Kecepatan Tinggi

Redaksi Redaksi
KNKT: Pesawat Tak Meledak di Udara, Pecah Saat Jatuh di Laut karena Kecepatan Tinggi
©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho
KNKT bersama NTSB dan Boeing periksa puing Lion Air.

JAKARTA - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono meyakini pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 yang jatuh di Tanjung Karawang, pekan lalu tidak meledak di udara. Dalam penjelasannya, Soerjanto menuturkan, indikasi itu bisa dilihat dari kecilnya serpihan-serpihan yang ditemukan.

"Jadi pesawat mengalami pecah ketika bersentuhan dengan air pesawat tidak pecah di udara. Jika pesawat pecah di udara, maka serpihan sangat lebar dan ini kami tegaskan saat menyentuh air masih dalam keadaan utuh," katanya.

Menurutnya, serpihan-serpihan yang ditemukan kecil menunjukkan pesawat pecah saat menyentuh air. Karena kecepatan yang sangat tinggi.

"Serpihannya kecil, berarti terjadi sedemikian rupa energi yang dilepas pesawat ketika jatuh itu sangat luar biasa," katanya.

Serpihan itu tersebar di jarak yang cukup jauh dari jarak perkiraan pesawat jatuh.

Mesin hidup saat pesawat jatuh

Soerjanto melanjutkan, saat pesawat jatuh, mesin masih dalam kondisi menyala dengan kecepatan putaran turbin tinggi.

"Keadaan mesin hidup, hal ini ditandai dengan turbin atau kompresor hidup dengan putaran cukup tinggi," katanya.

Kondisi mesin pesawat juga masih utuh saat ditemukan.

"Mesin tidak ada masalah. Bagian-bagian dari mesin dalam kondisi hidup dengan RPM cukup tinggi ini, kita mengatakan tanda mesin kecepatan cukup tinggi saat jatuh di air," katanya. 

(merdeka.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini