Foto: CNN Indonesia/Fajrian
Profil Militer
Dikutip dari situs CNN, Bill Bryan, penjabat wakil kepala di divisi Sains dan Teknologi di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, dalam konferensi pers di Gedung Putih, menjelaskan bahwa berdasarkan eksperimen baru Virus Corona lebih cepat mati di bawah sinar matahari.
CNN menyebut Bryan memiliki rekam jejak yang panjang dalam dunia militer, tapi tidak dalam dunia ilmu pengetahuan. Posisinya di Departemen Keamanan Dalam Negeri pun, yang berkuasa atas penelitian dan pengembangan, belum dikonfirmasi Senat.
Berdasarkan biografi di Homeland Security, sebelum bergabung dengan lembaga itu pada 2017 Bryan memegang sejumlah jabatan di Departemen Energi dan Departemen Pertahanan. Selain itu, ia berdinas selama 17 tahun di Angkatan Darat dan 3 tahun di Garda Nasional Virginia.
Pada 2015 - 2017, Bryan adalah Presiden ValueBridge International's Energy Group yang bergerak dalam bidang energi berkelanjutan.
The New York Times melaporkan pada tahun 2018 bahwa para pejabat pemerintah Amerika dan Ukraina menduga Bryan menjadi bagian perusahaan Ukraina ketika ia memimpin sebuah tim yang dikirim oleh pemerintah AS untuk membantu pasokan energi bagi Kiev. Namun, hal ini sudah dibantah Bryan.
Namun demikian, pernyataan Bryan ini dipercaya oleh Presiden AS Donald Trump, yang juga sempat menyebut Chlorquine sebagai obat Corona. Ia kemudian menyarankan warganya untuk berjemur sebagai obat penyakit itu.
Koordinator Gugus Tugas Covid-19 AS Deborah Birx menyangkal pernyataan Trump itu dan menyebut saran tersebut "bukan sebagai obat".
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di situsnya, pun menyatakan "berjemur di bawah matahari atau dengan suhu di atas 25 derajat Celcius tak mencegah Covid-19".
"Anda bisa tertular Covid-19, tak peduli seberapa panas matahari atau suhunya. Negara-negara dengan suhu panas melaporkan kasus Covid-19," WHO menambahkan.
Diketahui, Indonesia, yang merupakan negara dengan iklim tropis dan sudah memasuki musim panas, masih tetap mengalami jumlah peningkatan kasus positif Corona. Per Jumat (24/4), angkanya mencapai 8.211 pasien, 689 orang di antaranya meninggal dunia dan 1.002 orang dinyatakan sembuh.
(CNNIndonesia.com)