Gerindra Tolak RAPBN 2016, Paripurna DPR Ricuh

Redaksi Redaksi
Gerindra Tolak RAPBN 2016, Paripurna DPR Ricuh
foto: Okezone
JAKARTA -- Fraksi Partai Gerindra tetap konsisten menolak pengesahan RAPBN 2016. Sikap itu diambil, meskipun sembilan fraksi yang lainnya menyatakan persetujuannya.

Sontak, hal itu membuat suasana Rapat Paripurna DPR riuh rendah akibat banyaknya "penonton" yang menyuarakan penolakannya.

Beberapa orang penonton yang duduk di atas balkon mengangkat kertas bertuliskan kata "tolak" dan membuat keriuhan. Pihak pengamanan dalam (Pamdal) DPR pun turun tangan dengan meminta mereka untuk kembali duduk.

Teriakan itu berawal ketika Ketua Fraksi Partai Gerindra Edhy prabowo menyebutkan bahwa anggaran yang dibuat dalam RAPBN 2016 tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dia mencontohkan, anggaran kecil untuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Ditawarkan sebesar Rp12 triliun, yang dianggarkan hanya sebesar Rp6.3 triliun. Bahkan, angka itu kembali hendak dikurangi sebesar Rp187 miliar.

"Maka kami mengajak DPR kompak untuk melihat anggraan ini secara jernih, lebih baik bersama tolak anggaran (RAPBN 2016) ini," tegas Edhy di Ruang Paripurna, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (30/10/2015).

Padahal, kata Edhy, penanganan kebakaran hutan membutuhkan biaya yang besar. "Kebakaran hutan dan lahan tahun ini harus disikapi dengan perbaikan anggaran bagi penanganan seluruh areal hutan di Indonesia," pungkasnya.


(fmi/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini