Bongkar Senjata Pindad, Indonesia Protes Australia

Redaksi Redaksi
Bongkar Senjata Pindad, Indonesia Protes Australia
foto: Antara
Ilustrasi Lomba Tembak di Mabes TNI Cilangkap
JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) melayangkan protes kepada panitia kompetisi menembak jitu yang diselenggarakan di Victoria, Australia pada Mei 2015.

Hal ini dikarenakan selama kompetisi, senjata TNI yang merupakan buatan PT Pindad dibongkar oleh panitia. Protes tetap dilayangkan walaupun TNI akhirnya berhasil memenangkan kompetisi tersebut.

Juru bicara TNI, Brigadir Jenderal Wuryanto, seperti dikutip dari ABC.net.au, Kamis (4/6/2015), membenarkan bahwa senjata TNI yang memenangkan lomba di Victoria sempat diminta militer Australia untuk dibongkar dan diperiksa.

Selain itu, Brigjen Wuryanto mengatakan bahwa Indonesia protes karena tidak ada dalam aturan dan tidak ada pesaing lain yang diminta senjatanya dibongkar dan diperiksa.

Penembak jitu dari TNI mengalahkan Australia, AS, dan Inggris secara telak. Di mana, TNI memenangkan 30 medali emas, 16 perak dan 10 perunggu. Sebaliknya, tentara Australia hanya memenangkan lima emas, sembilan perak dan enam perunggu.

Kompetisi menembak itu digelar saban tahun. Penembak jitu TNI sudah delapan kali secara berturut-turut telah memenangkan kompetisi itu secara keseluruhan.

Seperti diberitakan sebelumnya, lomba itu berlangsung pada 20-23 Mei di Puckapunyal, Victoria, Australia. Lomba diikuti 17 tim dari 15 negara untuk memperebutkan 50 medali emas.

"Lomba tembak ini merupakan even tahunan yang diadakan oleh Angkatan Darat Australia, dalam rangka memperebutkan piala KSAD sana (Australia)," ujar Pangkostrad Letjen Mulyono di Bandara Soekarno-Hatta, Mei 2015.

Dalam lomba itu, AS hanya mendapatkan, empat medali emas, Inggris tiga medali emas, dan Australia lima medali emas. Sedangkan, Jepang, Brunei Darussalam, Filipina, New Zealand dan Singapura masing-masing mendapatkan satu medali emas. Kanada, Malaysia, Timor Leste, Tonga dan Papua Nugini (PNG) tidak berhasil membawa pulang medali emas.


(ful/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini