Akses Masuk Sulsel Diperketat Pasca-Teror Bom di Surabaya

Redaksi Redaksi
Akses Masuk Sulsel Diperketat Pasca-Teror Bom di Surabaya
Ilustrasi Polisi (Foto: Ist)

MAKASSAR - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali mengaktifkan siaga dini akan kejadian ledakan bom yang terjadi di enam titik Surabaya pada Minggu 13 April 2018 pagi tadi. Dalam pengamanan kali ini, tiga wilayah yang akan dipantau secara khusus yakni, Pelabuhan, Bandara dan kawasan jalan perbatasan provinsi.

Kabid Humas Polda Sulsel, Komisaris Besar, Dicky Zondani membeberkan, siaga satu akan diambil oleh pihaknya untuk mengantisipasi kejadian - kejadian serupa terjadi di Sulsel.

"Kita akan melakukan pengawasan secara ketat baik dari tiga titik yang ada di Sulsel. Baik dari akses udara, laut dan darat," kata Dicky, Minggu 13 April 2018 sesaat setelah dikonfirmasi Okezone.com.

Selain itu, pihaknya sendiri akan semakin intens melakukan pengamanan serta komunikasi secara internal akan persoalan tersebut. Menurutnya, untuk potensi teror dan penyebaran paham radikal yang ada di wilayah Sulsel sendirinya tidak pernah terbaca dan masih dalam kondisi yang aman saja.

"Untuk Sulsel sendiri alhamdulillah aman saja dan kita yakin tidak ada kelompok semacam itu di Sulsel. Kita juga seudah melakukan komunikasi internal dengan Polda Sulteng untuk potensi kelompok tersebut," jelasnya.

Jalur udara juga diperketat, yakni dengan mempertebal pengamanan di Bandara Udara Wilayah Angkasa Pura I, yakni sebanyak 13 bandara dilakukan pengamanan secara berlapis.

Kepala Humas, Angkasa Pura I, Turrah Ajiari mengatakan, koordinasi dengan satuan TNI dan Polri akan semakin diintensifkan untuk memastikan keamanan di seluruh kawasan bandara dan keselamatan bagi penumpang pesawat.

PT Angkasa Pura I (Persero) termasuk Bandara Sultan Hasanuddin telah ditingkatkan statusnya. Di antaranya Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bandar Udara Adi Sumarmo, Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Bandar Udara Internasional Achmad Yani, Bandar Udara Internasional El Tari.

Serta Bandar Udara Frans Kaisiepo, Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Bandar Udara Internasional Juanda, Bandar Udara Internasional Lombok, menggantikan Bandar Udara Selaparang, Bandar Udara Pattimura, Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman dan Bandar Udara Syamsuddin Noor.

"Dari hasil koordinasi dengan pihak otoritas terkait kita akan semakin memperketat keamanan bandara dengan melibatkan TNI dan Polri. Dan pengamanan akan semakin kita tingkatkan," jelasnya.

Terkait dengan kejadian hari ini, lanjut dia, telah diinstruksikan kepada seluruh bandara agar semakin intensif berkoordinasi dengan TNI dan Polri, di mana sebagai bentuk kewaspadaan maka frekuensi patroli pengamanan ditingkatkan untuk menyisir area publik, area parkir, dan memeriksa kendaraan secara acak.

"Baik dari kedatangan dan operasional penerbangan masih berjalan normal baik itu rute domestik maupun internasional," katanya.

Turrah menyebutkan, khusus di Sultan Hasanuddin sendiri. Selain Aviation Security, juga bersiaga personel TNI dan Polri untuk menjaga keamanan bandara yang merupakan salah satu obyek vital nasional.

(okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini