Program RHL di TNTN Pelalawan Riau diduga Ditanami Sawit

Redaksi Redaksi
Program RHL di TNTN Pelalawan Riau diduga Ditanami Sawit
doc. cyber88.co.id

PELALAWAN - Dipertanyakan Program Rehabilitas Hutan dan Lahan (RHL) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS HL) Indragiri Rokan (Inrok) salah satunya yang terdapat di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Ukui Kabupaten Pelalawan, Riau ditanami komoditi kelapa sawit.

Menurut informasi di lapangan, bahwa, Program ini sudah dilaksanakan sejak 2019, berlanjut 2021 dan berakhir 2023 mendatang. Anehnya di sekitar lokasi kegiatan RHL, tampak ditanami pohon kelapa sawit, yang seharusnya di areal RHL ditanami bibit jenis tanaman Durian Jengkol Petai.

Salah seorang Tokoh masyarakat Adat di Desa Lubuk Kembang Bunga Ukui Hamincol, mengaku bahwa program yang dilaksanakan secara multiyears melalui pihak ketiga, yakni PT Green Mandiri Persada dan PT Bumi Riau Lestari ini melibatkan warga sebagai pekerja. Dan sebagian lahan yang diperuntukkan untuk RHL, diduga telah diperjual-belikan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk dijadikan kebun kelapa sawit.

"Kami menemukan sejumlah blok Paket Proyek pengerjaan Rehabilitas Hutan dan Lahan (RHL) di wilayah kerja BPDAS yang diindikasi tidak sesuai dengan teknis standar pengerjaan yang telah ditentukan, dan dugaan kuat kami terindikasi dilakukannya korupsi sehingga mengakibatkan kerugian negara hingga miliaran rupiah," ungkap Hamincol, yang juga ninik mamak Desa Lubuk kembang Bunga Ukui, kepada CYBER88, Rabu, (12/01/2022).

Sementara Ka Balai TNTN kabupaten Pelalawan, Heru, menjelaskan bahwa terkait program RHL di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo/ TNTN, sesuai aturan tidak boleh ditanami sawit, berdasarkan UU No 5 tahun 1990.

"TNTN termasuk hutan negara dengan fungsi hutan konservasi," sebutnya.(*)

(sumber: cyber88.co.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini