Kemenkes: Mudik Bisa Dilakukan Jika Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Tembus 70 persen

Redaksi Redaksi
Kemenkes: Mudik Bisa Dilakukan Jika Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Tembus 70 persen
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmidzi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/1/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)

JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, kegiatan mudik Lebaran dimungkinkan bisa capaian vaksinasi dosis kedua atau lengkap mencapai 70 persen.

Jika diperhitungkan,pada April target 70 persen dapat tercapai sepanjang suntikan kedua minimal 751.000 orang per hari.

"Kalau kita hitung-hitung skenarionya April, mau salat Idul Fitri, mau mudik, mau ibadah Ramadan, bisa tidak? bisa," kata Nadia dalam diskusi daring, Jumat (11/3/2022).

Dia menjelaskan, target optimis itu berdasarkan akselerasi skenario laju penyuntikan vaksin Covid-19.

Dalam materi pemaparan yang disampaikan Nadia, sasaran vaksinasi dosis kedua sebanyak 270.203.917 orang. Untuk mencapai 70 persen, 189.142.742 orang harus mendapatkan vaksin dosis kedua.

"Bila target 70 persen ingin dicapai pada akhir bulan April maka laju suntikan dosis kedua harus ditingkatkan menjadi 751.000 per hari," kata Nadia.

Namun, jika laju suntikan dosis kedua di bawah jumlah tersebut per harinya maka target 70 persen dosis kedua baru akan tercapai akhir Mei 2022.

Nadia menyampaikan, target untuk mencapai 70 persen dosis kedua, suntikan per hari tidak perlu muluk-muluk sebagai saat dosis pertama yang ditargetkan 1-2 juta orang per hari.

"Enggak usah banyak-banyak dulu kan kita mendengar 2,2, 2,4, 2,5 juta, sekarang cukup kalau 750.000 per hari kita bisa kerja suntikan keduanya," kata Nadia.

Target

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan penerima vaksin Covid-19 dosis kedua dapat mencapai 70 persen dari populasi Indonesia pada April. Target tersebut bertepatan momentum jelang hari Raya Idul Fitri.

Budi menjelaskan, target percepatan capaian dosis kedua agar diharapkan pada perayaan Idul Fitri tahun ini dapat dilaksanakan berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kalau bisa sebelum lebaran akhir April kita sudah selesaikan suntikan dosis kedua 70 persen dari populasi sehingga kalau hasilnya baik lebaran kali ini kita bisa hadapi dengan berbeda dibandingkan dengan lebaran-lebaran sebelumnya," jelas Budi dalam konferensi pers virtual dikutip melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (27/2/2022).

(sumber: Merdeka.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini