Sungai Ngaso Tercemar, Warga Ingatkan BLH Jangan Sentuh Uang Suap dari Limbah

Redaksi Redaksi
Sungai Ngaso Tercemar, Warga Ingatkan BLH Jangan Sentuh Uang Suap dari Limbah
ys/riaueditor.com
Sungai Ngaso Tercemar, Warga Ingatkan BLH Jangan Sentuh Uang Suap dari Limbah.
UJUNGBATU, riaueditor.com- Ribuan ikan di Sungai Ngaso kembali menemui ajalnya setelah, Senin (26/1/15) kembali ditemukan mati oleh warga. Ikan tersebut mati diduga karena tercemar limbah dari perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berada di hulu sungai yang terhubung dengan Sungai Rokan tersebut.

"Kejadian ini sudah berulang kali dan bahkan dalam sepekan terjadi dua kali kasus pencemaran, Kita minta BLH transparan menyampaikan hasil lab sepekan lalu, dan jangan coba-coba sentuh uang suap dari perusahaan penyumbang limbah tersebut, jika tidak, maka habitat ikan yang ada di sungai Ngaso ini akan punah ranah," tegas Anton salah seorang pemuda yang prihatin sungai Ngaso dicemari limbah pabrik.

Humas PT Rohul Sawit Industri (RSI), Syahrial ketika dikonfirmasi, mengaku siap untuk dilakukan pengecekan ke kolam limbah milik perusahaan. "Kami siap diselidiki atau diperiksa BLH terkait
kejadian itu," katanya.

Sebab, selain telah melakukan land aplikasi, PKS PT RSI juga telah memiliki kolam pembuangan limbah standar," katanya.

Sedangkan Humas PT Lubuk Bendahara Palma Industri (LBPI), Nainggolan ketika ditemui riaueditor.com bersama masyarakat yang mamantau Sungai Ngaso, Senin (26/1/15), membantah perusahaanya telah melakukan pencemaran atau pembuangan limbah.

"Pembuangan limbah kita siap untuk diperiksa, karena kita sudah memiliki 8 kolam dan dalam waktu dekat berencananya akan melakukan land aplikasi," ujarnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Rokan Hulu, Hen Irfan ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Senin (26/1) mengatakan, anggota (BLH) sudah turun untuk memantau langsung ke Sungai Ngaso terkait kematian ikan tersebut. "Dari fakta di lapangan, kita sudah dapatkan indikasinya, dan kita akan buat surat teguran kepada perusahaan tersebut," jelasnya.

Menurut Hen Irfan limbah tersebut berasal dari PT LBPI. "Ikan itu mati positif karena limbah dari PKS dan itu berdasarkan fakta awal," katanya.

Kita sudah surati perusahaan dan kita akan minta mereka untuk melakukan pemulihan," katanya.

Sementara mengenai hasil uji laboratorium terkait pencemaran di Sungai Ngaso itu belum ada hasil, karena belum keluar dari lab Pekanbaru, tandas Irfan.(yahya)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini