Penyelidikan Dua Alat Berat di Kawasan Hutan TNTN Tak Jelas

Redaksi Redaksi
Penyelidikan Dua Alat Berat di Kawasan Hutan TNTN Tak Jelas
fin/riaueditor.com
Foto: Dua unit exsavator yang ditemukan Polhut Riau di Desa Segati Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan pada Februari lalu.

PEKANBARU, riaueditor.com - Dua unit alat berat jenis exsavator yang ditemukan Polisi Kehutanan (Polhut) Riau Februari 2019 silam, hingga kini penyelikannya kian tak jelas. Sementara para pejabat di lingkungan Dinas Kehutanan (Dishut) Riau ketika dikonfirmasi, memilih bungkam.

Sebagaimana dikatakan penyidik Polhut Riau, Agus Suryoko saat dikonfirmasi, Kamis (8/8/19). Ia mengaku kasus tersebut merupakan kewenangan Kasat Polhut Riau. Alasannya, beliau yang turun langsung saat kedua alat berat itu ditemukan.

Sementara Kasat Polhut Riau P Tampubolon SH saat dikonfirmasi terkait tindaklanjut penyelidikan kedua alat berat tersebut, memilih bungkam. 

Demikian juga halnya dengan Kabid Penaatan dan Pendataan Said Nurjaya SH dan Kepala Dishut Riau Herfin, juga enggan memberikan konfirmasi.

Sebelumnya, dua unit alat berat jenis exsavator di lokasi perambahan hutan desa Segati Kec. Langgam Kab. Pelalawan Februari 2019, dibenarkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau.

"Iya benar, anggota kita turun kesana karena ada informasi dari masyarakat bahwa disana ada perambahan hutan lokasi," ucap Kepala DLHK Riau Herfin melalui Kasat Polhut DLHK Riau P. Tampubolon saat dikonfirmasi, Rabu (13/02/19).

Ia menuturkan, ketika sampai di lokasi pihaknya tidak mendapati satu orang pun di lokasi. Informasi yang diperoleh dari warga desa Segati, eksavator yang digunakan merambah penyangga hutan TNTN di Desa Segati tersebut, disebut-sebut milik PT. Eka Sari Lorena Transport. 

Menyikapi hal itu tambah P. Tampubolon, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Salah satunya dengan melayangkan surat ke PT Lorena yang diduga pelaku perambah hutan Desa Segati.

Terkait tindakan yang dilakukan pihaknya terhadap alat berat yang ditemukan di lapangan, ia mengaku tak mau gegabah.

"Kalau kita lakukan upaya hukum seperti penyitaan, siapa yang bertanggung Jawab, Di lokasi tak satupun orang termasuk operator kita temukan, ini yang menjadi dilema," ujarnya. (fin)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini