Musibah Asap Harus Menjadi Bahan Renungan

Redaksi Redaksi
Musibah Asap Harus Menjadi Bahan Renungan
Foto : Net
SIAK, riaueditor.com- Musibah asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Siak yang disebakan oleh kebakaran hutan harus menjadi bahan renungan bagi kita semua. Sebab segala sesuatu yang muncul (musibah) datangnya dari kita, dan disebabkan juga oleh diri kita sendiri.

Seperti melakukan pembakaran lahan dengan sengaja atau akibat kelalaian kita, untuk itu dengan terjadinya musibah ini (asap-red), kita semua perlu melakukan evaluasi diri, serta merenung, keselahan apa yang telah kita perbuat.

Sehingga alam tidak lagi bersahabat dengan kita. Demikian perihal ini disampaikan oleh tokoh masyarakat Merempan Hilir dan juga mantan Kepala Desa Merempan Hilir, Muhammad Yunus kepada riaueditor.com, Rabu (26/2) kemarin.


Kata Yunus, terjadinya kebakaran hutan yang berlangsung pada sejumlah titik didaerah Kabupaten Siak, yang menyebabkan munculnya kabut asap sangat tebal di Kabupaten Siak, itu bukan salah siapa-siapa, tapi itu merupakan salah kita sendiri, yang sengaja membakar lahan saat mengolah.

Sehingga alam menjadi tidak bersahabat, untuk itu hal-hal seperti ini harus kita hindari, jangan dengan kepentingan sesaat tapi orang banyak yang dirugikan, musibah asap ini, tidak bisa dianggap sepele, sudah berapa ribu mereka yang terserang oleh penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan (ISPA), oleh karenanya kita harus lebih banyak merenung dan evaluasi diri,"tutur Yunus mengingatkan.

Disampaikan Yunus, bayangkan sudah berapa banyak masyarakat dan orang dari setiap kecamatan yang menggelar sholat minta hujan (Istisqo) kepada Allah SWT.

Namun hingga kini doa tersebut belum juga di ijabah oleh Allah SWT, tentu hal ini harus menjadi renungan bagi kita semua, kenapa Allah masih belum mau untuk menurunkan hujan dinegeri ini, jawabannya ada pada diri kita masing-masing, karena itu perbanyaklah tafaqur dan merenung diri,"ucap Yunus mengingatkan.

Saat ini lanjud Yunus, kebakaran lahan dan kebun milik masyarakat terus saja terjadi, seperti di Desa Merempan dan Desa Rawang Air Putih (Rapih), sangat sulit untuk dipadamkan, tidak sedikit Pemerintah Daerah dan masyarakat mengalami kerugian.

Sementara hujan yang diharap-harapkan belum juga turun, hanya asap yang semakin bertambah tebal, dan tidak dapat untuk dinetralisir, sehingga sangat mengganggu terhadap makhluk hidup.

Tidak hanya pada manusia, akan tetapi termasuk makhluk hidup lainnya, seperti hewan dan binatang, sangat terganggu dengan kehadiran asap ini, karena itu mari sama-sama kita berdoa, berserah diri, dan memohon ampun, agar yang maha kuasa mau menurunkan hujan dinegeri ini.

Sehingga kebakaran hutan dan kabut asap yang terjadi bisa segera berakhir. (Adi)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini