Lagi Ribuan Ikan Mati Diduga Tercemar Limbah, KLHK Turunkan Tim ke RAPP

Redaksi Redaksi
Lagi Ribuan Ikan Mati Diduga Tercemar Limbah, KLHK Turunkan Tim ke RAPP
dok.bermadah.com

PKL.KERINCI, riaueditor.com - Nyaris saban tahun maut seolah berlangganan dengan biota air yang ada di kanal saluran akhir (outlet) limbah cair pabrik bubur kertas PT RAPP di Kota Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau. Sebelumnya, pencemaran serupa terjadi pada Agustus 2016 lalu, dan berakhir dengan diam.

Kali ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menurunkan tim investigasi ke TKP yang sama dan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT RAPP di Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan, Riau, Senin (19/3/2018) mengambil beberapa sampel guna uji laboratorium.

Kehadiran tim Kementerian LHK tersebut terkait dugaan pencemaran limbah PT RAPP pasca ditemukan ikan mati di saluran akhir pembuangan limbah (outlet) kanal RAPP yang bermuara ke Sungai Kampar.

Kedatangan Tim Kementerian LHK berjumlah dua orang ditambah Balai Gakum melakukan pengecekan Instalasi Pengolahan Limbah (effluent plant) PT RAPP. Tim memeriksa dan menyelidiki sebab akibat pengolahan limbah tidak berjalan. 

TIm juga mengambil sampel air dan ikan yang mati untuk keperluan pemeriksaan di laboratorium. Mengecek lokasi ikan yang mati di sepanjang kanal outlet PT RAPP. Tim juga mengambil keterangan dari manajemen dan pekerja PT RAPP.

Salah satu Tim Kementerian LHK, Syafruddin menjelaskan maksud kedatangan tim Kementerian LHK ke RAPP. 

"Kami sedang melakukan tugas bersama Balai Gakum mengumpulkan informasi, memeriksa dan mengambil sampel dari PT RAPP untuk uji laboratorium," katanya kepada awak media, Senin (19/3/2018).

Tim melakukan pemeriksaan di lokasi pengolahan limbah dan di lokasi control system serta memeriksa beberapa instrumen otomatis dan manual di pengolahan limbah," ujarnya.

Dikatakannya, dari keterangan pihak PT RAPP, ada permasalahan listrik seperti pemberitaan media. Jadi, karena listrik mati semua kegiatan operasional pabrik berhenti termasuk pengolahan IPAL nya. Begitu juga dengan instrumen-instrumen pemeriksaan baku mutu yang ada di sana semuanya tidak berfungsi. "Ada black out," katanya.

"Pengakuan dari pihak PT RAPP ditemukannya banyak ikan yang mati di kanal outlet PT RAPP menuju Sungai Kampar di Desa Sering Kecamatan Pelalawan. Ya dibenarkan mereka," kata Syafrudin.

Syafrudin juga memperoleh keterangan, menurut pihak RAPP, terhentinya aktifitas di pabrik juga menghentikan proses di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sehingga, air yang biasanya mengalir ke kanal outlet juga berkurang dan terhenti. Kondisi tersebut berakibat pada penurunan debit air di kanal outlet.

Penjelasan pihak RAPP seperti yang disampaikan Syafruddin copy paste dengan rilis yang beredar dari WhatsApp Humas RAPP ke rekan-rekan wartawan.

Tim KLHK mengumpulkan keterangan atau penjelasan RAPP ke KLHK dan Balai Gakum. Investigasi lapangan sewaktu awal listrik mati, karena semua mesin mati. Memeriksa control system kejadian mati listrik juga sudah diperiksa. Saluran buangan limbah ditutup manual ikut diperiksa oleh tim KLHK.  Begitu juga pemeriksaan saluran pembuangan outlet dan mengambil sampel untuk laboratorium.

Dikatakan dia, sampel akan segera diperiksa dan Tim KLHK masih terus memantau perkembangan. Jika ada keterangan-keterangan yang diperlukan dan pemeriksaan masih dilanjutkan Selasa (20/3/2018).

Ditanya terkait sanksi akibat pencemaran limbah sudah berulang kali terjadi di TKP yang sama, tim belum bisa menjawab dan masih menunggu hasil uji laboratorium.***


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini