Keluhkan Pukat Harimau, Nelayan Enggan Melaut

Redaksi Redaksi
Keluhkan Pukat Harimau, Nelayan Enggan Melaut
hen
Kapal Nelayan, Rokan Hilir.
ROKAN HILIR, riaueditor.com- masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya sebagai nelayan ikan di Rokan Hilir dikeluhkan dengan maraknya pukat harimau. Banyaknya warga dari daerah luar yang mencari ikan dengan alat moderen itu berakibat pada penurunan hasil tangkapan nelayan asal Rokan Hilir.

' Kami menangkap ikan dengan cara tradisional sedangkan puluhan nelayan dari Belawan Sumut, sudah memakai Pukat Harimau. Jadinya, hasil tangkapan kami berkurang,' keluh Basri alias Atan seorang nelayan kepada riaueditor.com, Rabu (05/03) siang.

Basri menjelaskan, kelangsungan hidup benih benih cikal bakal ikan yang ada dilaut semakin punah akibat perlakuan nelayan dari luar daerah yang menggunakan alat penangkapan Modern (pukat harimau) baik yang dari belawan maupun yang datang nya dari sungai berombang yang jumlah  komunitasnya mencapai ratusan kapal bot.

"hasil tangkapan kita sangat berkurang dari biasanya,kalau biasanya sekali penangkapan bisa dapat satu juta rupiah,saat ini mencari penjualan 500ribu rupiah pun payah,tuturnya lagi bahkan kadang kadang untuk membayar alat belanja pun kita kehutangan di kedai, terangnya kepada wartawan

"kita yakin sekali,ini pasti ada kaitannya dengan pukat harimau yang telah beroperasi di perairan kita,soalnya sebelum mereka kesini kita sebagai nelayan cukup makanlah,ujarnya

"kita rasakan,sewaktu pak Amrizal masih menjabat sebagai kepala Prikanan Rohil,semua pukat harimau di babat habis oleh beliau,
tapi setelah dia tak menjabat lagi dan di ganti dengan kepala yang baru, pukat harimau alias pukat setan kembali mengamuk dan menghabiskan anak anak ikan.paparnya.

"sebagai nelayan kecil,kita menghimbau supaya Pemkab Rohil melalui Dinas terkait  dan DPRD setempat (selaku wakil rakyat)  lebih proaktif dalam mengawasi perairan kita dan kelangsungan hidup ekosistem nya.

Harapnya lagi,segera ambil tindakan serius andai ditemukan penangkapan liar (ilegal Fhising) melalui laporan para nelayan sebab mungkin kedepannya kita tak akan dapat lagi memakan ikan segar hasil dari tangkapan nelayan Rokan Hilir. HEN/BM

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini