Karhutla di Teluk Meranti Musnahkan Areal Konservasi Arara

Tim PT AA siapkan 55 Personil dan 3 heli
Redaksi Redaksi
Karhutla di Teluk Meranti Musnahkan Areal Konservasi Arara
JUL/riaueditor.com
Kebakaran terjadi di kawasan lindung PT Arara Abadi, Teluk Meranti, Selasa (11/2/14).
TELUK MERANTI, riaueditor.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Teluk Meranti kini merambat ke arah selatan areal Konservasi Perlindungan Plasma Nutfah (KPPN) HTI PT Arara Abadi menuju Pulau muda. Hal ini diakibatkan arah angin yang bertiup dari utara.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Daerah (BPBPKD) Kabupaten Pelalawan Abu Bakar, FE kepada riaueditor.com Ahad (16/2) via seluler. Menurutnya, saat ini tim dari PT Arara Abadi sudah berada di lokasi untuk melakukan pemadaman melalui darat dan udara.

"Selain tim Pemda dibantu personil Polri, TNI dan instansi terkait yang sedang malakukan pemadaman api di lapangan, pihak PT.Arara Abadi juga sudah berada di lokasi titik api untuk melakukan pemadaman," katanya.

Namun demikian, sambung Abu Bakar titik api di Kecamatan Teluk Meranti sudah berangsur-angsur berkurang. "Kemarin saja cuma tinggal 6 titik api saja yang tersebar. Namun masalahnya sekarang api yang merambat dan meluas ini akibat tiupan angin ditambah suhu udara yang panas," terangnya.

Humas PT Arara, Marhalim saat dikonfirmasi via seluler Ahad (16/2) menyebutkan bahwa pihak perusahaan menurunkan 55 orang personil pemadam kebakaran melalui darat. Sedangkan melalui udara PT Arara sudah menyiagakan 3 buah helikopter.

"Upaya kita didarat melakukan pemadaman api dengan pembuatan kanal dan menyiagakan 3 buah mesin penghisap air. Untuk udara kita melakukan pengeboman air melalui helikopter," jelasnya.

Hanya saja dari penjelasan Humas PT Arara, pihaknya lebih fokus melakukan pemadaman api di areal sekitar lahan HTI perusahaaan seluas 24 ribu hektar.

"Hutan di sekitar areal konservasi perusahaan PT Arara luasnya sekitar 8000 hektar. Pemadaman api di sekitar lahan konservasi perusahaan terus dilakukan tim. Tim sekarang berjibaku memadamkan api di lapangan. Kita mengantisipasi perambatan api menuju lahan HTI perusahaan," pungkas Marhalim.

Seakan ada upaya pembiaran, sejumlah kalangan menyayangkan lambannya PT Arara mengantisipasi kebakaran yang melanda arealnya, karena disinyalir 75% areal konservasi Arara dinilai dalam kondisi rusak parah. (JUL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini