Hot Spot Terpantau di Areal Konservasi PT Arara Abadi

Redaksi Redaksi
Hot Spot Terpantau di Areal Konservasi PT Arara Abadi
har/pika
Aksi perambahan dan pembukaan kawasan hutan dengan cara bakar di kecamatan Teluk Meranti.
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Pelalawan terpantau oleh Satelit NOAA-18 milik Singapura. Terdapat lima titik panas (hotspot) dua diantaranya berada di Izin HTI PT Arara Abadi di kecamatan Teluk Meranti.

Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan merilis pantauan hotspot terakhir pada tanggal (3/02) dari Satelit NOAA-18 milik  Singapura terpantau lima titik panas di Kab.Pelalawan, Riau, terbanyak berada di Kecamatan Teluk  Meranti.

Disebutkan titik panas tersebut berada di Areal HGU Perusahaan Perkebunan, diantaranya dua hotspot di Desa Teluk Dalam konsesi PT Trisetya Usaha Mandiri dan PT Guntung Hasrat Makmur. sementara satunya lagi di Desa Pulau Muda Perkebunan Puskopolda Riau.

Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan, hingga tanggal 3 Februari 2014 dari pantauan Satelit NOAA-18 di Kabupaten Pelalawan hanya terdeteksi lima HotSpot.

Namun sampai saat ini, BLH Pelalawan belum menurunkan tim ke lapangan untuk memastikan dimana saja areal yang terbakar, katanya.

Salah seorang tokoh masyaraakat, ketua Majelis Pemuda Kecamatan Teluk Meranti, Rapika, kepada oketimes.com menjelaskan, diduga kebakaran terjadi di areal konservasi PT Arara Abadi ulah aksi perambahan dari salah seorang pengusaha perkebunan asal Pekanbaru.

Dijelaskannya, menurut pantauan kami, pengusaha turunan asal Pekanbaru itu sudah membuka lebih kurang 1.200 hektar kawasan hutan produksi, saat ini mereka terus melakukan perluasan hingga merambah areal konservasi PT. Arara Abadi, disanalah diperkirakan titik api.

"Kita sudah bosan melaporkan bang, tim ada turun beberapa kali, baik dari Kehutanan, Polres, tapi balik lagi tanpa ada tindakan berarti, akhirnya isu yang beredar mengatakan, 'olah pado kono sumbek dek cino du'," katanya.
 
Tiga hari belakangan ini, setiap pagi menjelang siang, Ibukota Pangkalan Kerinci mulai diselimuti kabut asap. Jarak pandang berkisar 300 meter.

(dik/har)

 

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini