Dewan Minta BLH Serius Tangani Ribuan Ikan Mati di Sungai Kerumutan

Redaksi Redaksi
Dewan Minta BLH Serius Tangani Ribuan Ikan Mati di Sungai Kerumutan
Ade Irawan, Anggota DPRD Pelalawan Partai Gerindra Dapil 3 Ukui-Kerumutan
PELALAWAN, riaueditor.com - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan dituntut serius dalam menyikapi matinya ribuan ikan di Sungai Kerumutan yang diduga bersumber dari buangan limbah dari PKS PT MAS. Pasalnya peristiwa matinya ikan terus berulang kali terjadi. Selain ribuan ikan mati, air sungai dikhawatirkan tercemar dan berdampak kepada kehidupan masyarakat di tepian Sungai.

"Dulu ada ikan mati membusuk di Sungai Kerinci hasilnya nihil, di Langgam dulu juga nihil dan lain sebagainya. Kita bukannya tidak terima dengan hasil sampel Labkesda tapi bagaimana sikap BLH dalam menuntaskan masalah ini agar tidak terulang lagi. Tentunya laporan masyarakat yang menduga adanya kebocoran instalasi penyaluran air limbah atau IPAL perusahaan juga harus dicermati. Pasalnya pencemaran ini berdampak pada kerusakan lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar," ungkap Ade Irawan anggota DPRD Pelalawan Partai Gerindra Dapil 3 Ukui-Kerumutan kepada riaueditor.com, Rabu (6/1/2016).

Dikatakan Ade, peran, tugas dan fungsi BLH harus dapat diandalkan terutama sekali dalam mencegah pencemaran lingkungan sekaligus menindaklanjuti terjadinya pencemaran lingkungan.

"Pengawasan terhadap perusahaan terutama dalam pengolahan limbah harus diperketat dan prosedural. Jika terjadi kebocoran perusahaan tentunya ada kelalaian dalam menangani instalasi air limbahnya. Sanksi harus tetap diberi guna menjaga kejadian tidak terulang lagi," ucapnya.

Ditambahkan Ade, BLH harus konsisten, komit dan transparan dalam mempublikasikan hasil sampel Sungai Kerumutan yang dikirim ke Labkesda. "Jangan ada kesan ditutup-tutupi. Jika benar ikan mati sesuai dengan dugaan masyarakat karena kebocoran IPAL maka perusahaan selain melakukan perbaikan juga harus diberi sanksi. Jika tidak terbukti maka harus ditelusuri penyebab lainnya lebih Lanjut," tukasnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini