Bu Lurah Kecewa, Masih Banyak Warga Buang Sampah ke Sungai

Redaksi Redaksi
Bu Lurah Kecewa, Masih Banyak Warga Buang Sampah ke Sungai
je/riaueditor.com
Bu Lurah Kecewa, Masih Banyak Warga Buang Sampah ke Sungai.
SELATPANJANG, riaueditor.com - Lurah Selatpanjang Barat kecewa terhadap masyarakatnya yang masih saja membuang sampah ke sungai, terutama di bantaran sungai Juling Kelurahan Selatpanjang Barat. Meskipun upaya sosialisasi dan himbauan sudah sering dilakukan oleh ibu Lurah Juwita Ratna Sari, S.Farm, namun kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan bersih dari sampah masih tak mendapat perhatian masyarakat.

"Kita sudah lakukan berbagai upaya melalui sosialisasi baik melalui spanduk, maupun aksi langsung agar masyarakat kita tidak mengotori lingkungannya. Tapi sampai hari ini, saya lihat masih banyak warga yang dengan sengaja membuang sampah sembarangan, terutama di sungai. Padahal sungai itu bukanlah tong sampah," keluh Lurah Selatpanjang Barat beberapa waktu lalu saat turun ke pemukiman masyarakat di Sungai Juling, Selatpanjang.

Dengan rendahnya kesadaran massyarakat terhadap kebersihan lingkunngan, ia berharap agar instansi pemerintah terkaitt agar dapat turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini. Karena untuk melakukan pembersihan sampah di sungai juling diperlukan ongkos yang cukup besar.

"Jika memang permasalahan sampah ini menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, saya sangat berharap instansi pemerintah terkait seperti Badan Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan agar mau bersama-sama mengatasi permasalahan ini. Terus terang, kami di kelurahan tidak punya biaya untuk mengeruk sampah dari sungai ini yang memerlukan alat berat," ucapnya.

Selain itu, Juwita menjelasskan bahwa diwilayahnya sedang membuat program pengelolaan sampah oleh masyarakat sendiri. Upaya ini sekaligus untuk menyadarkan masyarakat agar peduli terhadap sampah. Namun, beberapa masyarakat ada yang enggan mengikuti program tersebut dikarenakan mereka sudah membayar retribusi sampah yang sudah dipungut oleh dinas terkait setiap 6 bulan sekali.

"Inilah permasalahan kita, sementara masyarakat sudah membayar restribusi namun lingkungan kita masih ditemukan sampah yang berserakan dimana-mana. Ketika masyarakat sudah membayar retribusi sampah, mereka merasa sampah itu bukan menjadi urusan mereka. Saya sangat berharap instansi yang menangani sampah ini agar bisa menyediakan tong-tong sampah dan tenaga kebersihan dipertokoan sungai juling," harap Ratna. (je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini