Anak Nakal, Banyak Orangtua Salah Sangka

Redaksi Redaksi
Anak Nakal, Banyak Orangtua Salah Sangka
ilustrasi
DENPASAR - Banyak orangtua yang menyangka kenakalan anaknya adalah sebuah petaka, khususnya usia balita hinga menanjak ke anak-anak.

Hal ini sangat disayangkan oleh Luh Ketut Suriani, seorang psikolog ternama di Bali.

"Justru anak penurut di usia dini itu, bisa jadi calon pasien kami di dunia psikologi," ujar pendiri Suryani Institute ini, kepada Tribun Bali(Tribunnews.com Network), Sabtu (27/9/2014) di Denpasar.

Dikatakan oleh tokoh perempuan di Bali ini, bahwa usia 10 tahun pertama adalah masa emas pertumbuhan anak.
Sehingga, kata dia, jangan sekali-kali orangtua menghancurkan kreativitasnya hanya agar anaknya jadi penurut.

Sebab hal ini akan berdampak buruk bagi anak, dalam pengembangan diri dan daya kreasinya.

"Dampaknya tentu anak itu akan tumbuh menjadi pribadi yang tertutup dan tidak mampu bersaing termasuk dalam mengutarakan pendapatnya," tegas wanita berusia 70 tahun ini.

Anak bandel dan nakal adalah indikasi ia sedang dalam proses tumbuh kembang.

Sehingga Suryani sangat mengharapkan peran orang tua, untuk meluangkan waktunya bercengkrama menanggai ocehan anaknya itu.

"Misalnya, sang anak bertanya kenapa bulan satu. Jangan sampai orangtua menjawab karena memang begitu, ini salah besar," katanya seraya mengatakan, harus ada pemahaman dan pengertian yang diberikan kepada sang anak.(tnc)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini