Jangan Tinggalkan, Ini Keistimewaan Puasa Sunah di Bulan Sya`ban

Redaksi Redaksi
Jangan Tinggalkan, Ini Keistimewaan Puasa Sunah di Bulan Sya`ban
ilustrasi: okezone

BULAN Sya'ban merupakan salah satu bulan yang memiliki banyak keutamaan. Beberapa amalan yang disunahkan antara lain adalah membaca Alquran dan memperbanyak salawat.

Selain itum berpuasa di bulan Sya`ban juga sering dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam.

Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur, Ustadz Asroni Al Paroya mengatakan, salah satu sunah pada Syaban adalah menjalankan puasa sunah karena terdapat keberkahan di dalamnya.

Menjalankan puasa sunah Sya`ban, kata Asroni, memiliki banyak keutamaan seperti dibukakan pintu maaf seluas-luasnya. Oleh karenanya berpuasa di bulan tersebut.

"Syaban berarti bulan penuh berkah dan kebaikan. Pada waktu ini Allah membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya. Karenanya, dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunah seperti puasa sunah," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (8/4/2020).

Dari Aisyah, Rasulullah Shallallahu`alaihi Wasallam bersabda:

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Artinya: "Belum pernah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya'ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya'ban sebulan penuh"(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Lebih lanjut, menjalankan puasa Sya`ban juga sekaligus melatih diri untuk berpuasa penuh saat Ramadan nanti. Terlebih melakukan puasa sunah tersebut juga menjalankan anjuran Nabi Muhammad Shallallahu`alaihi Wasallam.

BULAN Sya`ban merupakan salah satu bulan yang memiliki banyak keutamaan. Beberapa amalan yang disunahkan antara lain adalah membaca Alquran dan memperbanyak salawat.

Selain itum berpuasa di bulan Sya`ban juga sering dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu`alaihi Wasallam.

Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur, Ustadz Asroni Al Paroya mengatakan, salah satu sunah pada Syaban adalah menjalankan puasa sunah karena terdapat keberkahan di dalamnya.

Menjalankan puasa sunah Sya`ban, kata Asroni, memiliki banyak keutamaan seperti dibukakan pintu maaf seluas-luasnya. Oleh karenanya berpuasa di bulan tersebut.

"Syaban berarti bulan penuh berkah dan kebaikan. Pada waktu ini Allah membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya. Karenanya, dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunah seperti puasa sunah," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (8/4/2020).

Dari Aisyah, Rasulullah Shallallahu`alaihi Wasallam bersabda:

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Artinya: "Belum pernah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya'ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya'ban sebulan penuh"(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Lebih lanjut, menjalankan puasa Sya`ban juga sekaligus melatih diri untuk berpuasa penuh saat Ramadan nanti. Terlebih melakukan puasa sunah tersebut juga menjalankan anjuran Nabi Muhammad Shallallahu`alaihi Wasallam.

Salah seorang ulama besar, Sayyid Muhammad mengatakan bahwa Syaban merupakan salah satu bulan yang penuh dengan kebaikan.

وسمي شعبان لأنه يتشعب منه خير كثير، وقيل معناه شاع بان، وقيل مشتق من الشِعب (بكسر الشين) وهو طريق في الجبل فهو طريق الخير، وقيل من الشَعب (بفتحها) وهو الجبر فيجبر الله فيه كسر القلوب، وقيل غير ذلك.

Artinya: "Bulan ini dinamai dengan sebutan Sya'ban karena banyak cabang-cabang kebaikan pada bulan mulai ini. Sebagian ulama mengatakan, Sya'ban berasal dari Syâ'a bân yang bermakna terpancarnya keutamaan. Menurut ulama lainnya, Sya'ban berasal dari kata As-syi'bu (dengan kasrah pada huruf syin), sebuah jalan di gunung, yang tidak lain adalah jalan kebaikan."

(okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini