8 Putra Putri Terbaik Bengkalis akan Dikirim Belajar ke Pesantren di Jawa

Redaksi Redaksi
8 Putra Putri Terbaik Bengkalis akan Dikirim Belajar ke Pesantren di Jawa
der/riaueditor.com
Sekda Bengkalis H Arianto, Ust Suyendri, Ketua MUI H Amrizal Isa, dan anggota DPRD Irmi Syakip Arsalan, foto bersama 8 kader ulama dan guru hafiz yang akan mondok di Jawa, Selasa (16/5/2017).

BENGKALIS, riaueditor.com - Sebanyak 8 putra putri terbaik Bengkalis akan dikirim belajar ke dua pesantren yang ada di Jawa pada Syawal 1438 Hijriyah atau Juni 2017 nanti. Dua pesantren ​yang dipilih dan dijadikan tempat belajar adalah pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. Seramai 7 orang akan belajar Hafiz Quran, dan 1 orang ke pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur sebagai kader ulama.

Seorang diantaranya adalah Muhammad Farduka, putra Desa Pematang Duku yang mengambil jurusan Madrasah Huffaz di pesantren Al-Munawwir Dusun Krapyak Yogyakarta, JawaTengah.

"Saya bersyukur karena berkesempatan untuk belajar ke pondok pesantren Al-Munawwir Dusun Krapyak Jawa Tengah yang diajak ustadz Suyendri tanpa ada paksaan. Ini adalah suatu kebanggaan dan kehormatan bagi saya untuk menuntut ilmu di sana (Jawa)," tutur Muhammad Farduka Selasa (16/5) sore.

"Farduka yang alumni MAN Bengkalis tahun 2017 ini akan belajar selama 2-3 tahun. Dia dipersiapkan menjadi guru Hafiz Qur`an. Beliau mengaku dana yang digunakan dalam kegiatannya berasal dari donatur dan dukungan pihak keluarganya.

Yayasan Madani Nusantara yang didirikan Ustadz Suyendri, SQ pada 6 Februari 2012 bertujuan untuk mencetak generasi yang Qur`ani dan alim ulama di Bengkalis Negeri Junjungan.

"Insya Allah, sekitar 15 Syawal (sekitar Juli 2017) nanti akan diberangkatkan delapan orang yang terdiri dari calon guru Hafiz Qur`an dan kader ulama kita ke pesantren di Jawa. Saat ini, dua orang tengah belajar, satu guru Hafiz Quran dan satu lagi kader ulama," terang Ustadz Suyendri kepada media ini Selasa (16/5)

sesaat setelah acara wisuda.

"Delapan santri ini nantinya membutuhkan biaya bulanan sekitar Rp. 800.000/santri. Jadi, kita memerlukan dana Rp. 6.400.000/bulan. Kalau tiket pesawat kita mengandalkan donatur yang tetap ​maupun yang spontan," paparnya.Dari 7 orang yang mondok di Al-Munawwir, 2 orang mengambil Bahasa Arab dan Kitab Kuning, dan 5 orangnya Takhassus Qur'an. Sementara di pondok Lirboyo 1 orang putra akan fokus pada Bahasa Arab dan Kitab Kuning yang belajar selama 6-8 tahun.

Mereka telah dilepas oleh Bupati Bengkalis yang diwakilkan Sekda Bengkalis H Arianto. Acara dirangkai dengan wisuda 35 hafiz Qur`an ke-3 penghafal Qur'an 1-10 juz.

Para santri yang diwisuda ini berasal dari Desa Sungai Alam,Kuala Alam, Pambang Pesisir, Air Putih, dan Desa Senggoro yang belajar di 6 titik tempat belajar. Ustadz Suyendri berharap kepada masyarakat Bengkalis untuk mendukung programnya di Yayasan Madani Nusantara,

"Jangan ragu memasukkan anak-anak untuk belajar Qur`an, Insya Allah ada manfaatnya satu waktu. Terimakasih kepada para donatur baik yang tetap maupun yang spontan. Dan personal yang khusus memberikan tiket pesawat buat anak-anak, saya selaku pimpinan yayasan mengucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT membalasnya​dengan kebaikan yang berlipat ganda," ungkap Ustadz Suyendri.

Antusias masyarakat sungguh luar biasa, "Tandanya tahun depan (2018) juga telah ada yang​mendaftar secara pribadi dengan biaya sendiri. Jadi, kita harapkan kesadaran orang tua itu tumbuh dengan membiayai anaknya sendiri untuk belajar," tutup Ustadz Suyendri.(der)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini