Riziq, Penderita Hidrocepalus Butuh Bantuan Dermawan dan Pemerintah

Redaksi Redaksi
Riziq, Penderita  Hidrocepalus Butuh Bantuan Dermawan dan Pemerintah
sy/riaueditor.com
Riziq Al Rasyid Balita berusia 1 Tahun penderita Hidrocepalus
TAMBANG, riaueditor.com- Riziq Al Rasyid balita berusia 1 tahun, putra dari pasangan  Supriyatno dan Sri Sutanti, warga Desa Balam Jaya, Kecamatan Tambang, sejak kecil mengalami penyakit Hidrocepalus. Dan saat ini sangat amat membutuhkan uluran tangan para dermawan yang baik hati serta Pemerintah.

"Penyakit yang terjadi ini akibat gangguan aliran cairan di dalam otak. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital,"kata Sri Sutanti Minggu (28/9), yang menuturkan ucapan dokter kepadanya, mengenai prihal penyakit anaknya.

Namun impian pasangan  ini berantakan karena anaknya  (1 th) kini menderita hidrosefalus ini sehari-harinya hanya tergolek di tempat tidur. Orang tuanya tidak membawanya ke rumah sakit karena alasan klise, tidak punya biaya.

Musibah keluarga kecil ini terjadi ketika anaknya berumur 1,5 bulan. Saat itu tiba-tiba demam. Beberapa hari kemudian kepala anaknya sedikit demi sedikit membesar. Setelah diperiksakan ke Puskesmas, ternyata anaknya menderita penyakit Hidrosefalus. Penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan kecuali dengan operasi, sedangkan kedua orangtua  hanyalah orang kecil yang tak memiliki banyak uang.

Ia menambahkan, dengan keadaan ekonomi keluarganya yang hanya pas-pasan. Dan ditambah lagi perkerjaan suaminya tidak jelas. Dirinya tidak tahu lagi cara untuk mengatasi penyakit yang dialami anak pertamanya. "Saya tidak tahu lagi untuk mengadu sama siapa lagi, untuk makan saja saya masih numpang sama mertua," tuturnya.

Saat ini dirinya hanya pasrah saja, untuk mengobati penyakit anaknya. Kalaupun sakit buah hatinya, hanya dibawa ke Puskesmas. "Dan pihak Puskesmas, menyarankan agar anaknya segera untuk dilakukan operasi di Rumah Sakit. Namun saya tidak punya biaya untuk operasi tersebut," jelasnya.

"Saya tidak tahu lagi harus bagaimana, kami orang miskin, tidak punya uang. Saat ini saya hanya bisa berdoa semoga Tuhan beri jalan terbaik," ungkapnya.

Ibunya yang kini full mengurus Riziq tampak tabah menghadapi semuanya ini. Sedangkan Ayah Riziq yang berprofesi sebagai buruh serabutan hanya pasrah menerima nasib yang kini menimpa bayinya.

Usaha terus dilakukan, namun belum menemui hasil yang berarti. Oleh karenanya kedua orangtua Riziq memohon bantuan kepada siapa saja yang berkenan untuk membantu meringankan beban mereka. Untuk menghubungi Ibunya Riziq, ke nomor telpon 082381101722. (sy)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini