Penderita DBD Tembus 118 Kasus, DPRD Pekanbaru Pertanyakan Kinerja Jumantik

Redaksi Redaksi
Penderita DBD Tembus 118 Kasus, DPRD Pekanbaru Pertanyakan Kinerja Jumantik
Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Marlis Khasim

PEKANBARU, riaueditor.com - Penderita demam berdarah denque (DBD) di Kota Pekanbaru terus meningkat, bahkan minggu ke delepan 2017 ini, DBD sudah menyerang 118 korban.

Kondisi ini DPRD Kota Pekanbaru prihatin dan sekaligus mempertanyakan kinerja Dinas terkait dalam melakukan pencegahan atau antisipasi, salah satunya kinerja Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang dibentuk oleh Diskes dan ditempatkan di setiap kecamatam di Kota Pekanbaru.

"Di setiap kecamatan kan ada petugas jumantik, apa tugas mereka?, ada ngak memberikan bubuk abate secara gratis kepada masyarkat sebagai upaya antisipasi atau pencegahan selama ini," demikian disampaikan anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Marlis Khasim, Rabu (1/3).

Langkah pencegahan ini menurut Marlis, sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum wabah DBD berkembang ditengah masyarakat.

"DBD inikan sangat mudah sekali berkembang saat musim hujan seperti sekarang, apalagi ada genangan air, untuk itu seharusnya selain penyemprotan pemberian bubuk abate diair tergenang perlu dilakukan terutama dirumah-rumah warga" jelasnya.

Selain itu, kepada warga Marlis juga menghimbau untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan giat melakukan gotong royong, terutama membersihkan gorong-gorong yang tersumbat sampah dan menyebabkan genangan air.

"Masyarakat kita himbau tetap menjaga pola hidup bersih, terutama perkarangan rumah, terapkan 3 M plus, dan bagi masyarakat yang terindikasi kena DBD segera membawa anggota keluarga ke Rumah Sakit agar mendapat penanganan lebih lanjut dan agar tidak semakin parah," Harap Marlis.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kasus Demam Berdarah Dengue (BDB) di Pekanbaru terus bertambah. Hingga minggu ke delapan, DBD sudah tembus angka 118 kasus.

"Hingga kini kasus DBD sudah 118 kasus. Tampan dan Bukit Raya tertinggi," kata Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, Gustiyanti di Pekanbaru, Senin (27/2).

Ia meminta masyarakat untuk ikut andil menekan angka DBD dengan cara berprilaku hidup sehat. Masyarakat diimbau untuk melakukan 3 M plus agar bisa memutus mata rantai penyebaran DBD.

Abate dan racun malation yang dipakai untuk satu tahun ke depan, sudah disiapkan Diskes. Tetapi untuk penggunaan itu harus tetap melakukan fogging sesuai standard operating procedure (SOP).

"Apabila ada kasus, Diskes lakukan penyelidikan etiomologi. Jika dinyatakan ada jentik nyamuk, baru dilakukan fogging," katanya. (Eza)

Data DBD hingga Minggu ke delapan 2017

Sukajadi 3 orang

Senapelan 4 orang

Pekanbaru Kota 7 orang

Rumbai Pesisir 7 orang

Rumbai 5 orang

Limapuluh 9 orang

Sail 0 orang

Bukit Raya 22 orang

Marpoyan Damai 19 orang

Tenayan Raya 10 orang

Tampan 22 orang

Payung Sekaki 10 orang

Total 118 orang


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini