Pelalawan Waspada DBD, Hingga Oktober 2016 Capai 83 Kasus

Redaksi Redaksi
Pelalawan Waspada DBD, Hingga Oktober 2016 Capai 83 Kasus
ilustrasi
PEKANBARU, riaueditor.com - Saat ini masyarakat Kabupaten Pelalawan diminta waspada terhadap ‎kondisi rawan Demam Berdarah Dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk Aeides Aegepty.‎ Data yang masuk ke Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan tercatat dari bulan Januari hingga hari ini, Rabu (19/10/2016) terdapat 83 kasus DBD di Kabupaten Pelalawan.

Demikian disampaikan dr Endid R Pratiknyo Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabup‎aten Pelalawan melalui Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyelamatan Lingkungan (P2PL) Khairul kepada Rec,Rabu (19/10/2016).

Menurutnya, dari 12 Kecamatan di Kabupaten Pelalawan didapat data Kecamatan Pangkalan Kerinci 41 kasus, Bandar Seikijang 10 kasus, Langgam 6 kasus, Pangkalan Kuras I 5 kasus, Pangkalan Kuras II 7 kasus, Kerumutan 2 kasus,Bunut 2 kasus, Ukui 4 kasus, Kuala Kampar 6 kasus. Total keseluruhan ada 83 kasus.

Dilanjutkan Khairul, untuk data perbulannya, Januari 19 Kasus, Februari 21 kasus, Maret 13 kasus, April 6 kasus,Mei 3 kasus,Juni kosong, Juli 8 kasus, Agustus 6 kasus,September 6 kasus dan hinggal hari ini Rabu (19/10/2016) ada 1 kasus.

Disinggung soal meninggalnya bocah 7 tahun yang merupakan anak dari politisi Gerindra Husni Tamrin di Pangkalan Kerinci, Khairul menyebutkan bahwa dari keterangan pihak keluarga korban sempat dilarikan kepuskesmas dan dilanjutkan dirawat ke Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru.

"Ya saat puskesmas akan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) atau pemantauan lokasi terhadap DBD Kita dapat kabar si anak sudah meninggal. Memang dariketerangan pihak keluarga sianak terkena DBD," paparnya.

Pihak Diskes Pelalawan, sambung Khairul mengajak masyarakat pro aktif untuk membawa keluarganya yang terserang penyakit seperti demam, panas tinggi, pilek lainnya ke sentra pelayanan kesehatan masyarakat ke puskesmas,klinik atau rumah sakit. Diskes juga sudah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk tetap siaga 1x24 jam," paparnya.

Dikatakan Khairul, warga diminta kembali ke pola hidup sehat dan gotong royong. Terutama sekali gerakan 3 M plus yakni menguras, menutup dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Sedangkan plus yakni antisipasi seperti menggunakan loution anti nyamuk, racun nyamuk atau menggunakan kelambu," tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini