PELALAWAN, riaueditor.com - Pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat melalui "Program Pelalawan Sehat" selalu diupayakan dan didengungkan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pelalawan. Terkhusus di Rumah sakit umum daerah (RSUD) Selasih, terus digalakkan. Dan bahkan tidak tanggung-tanggung, setiap tahunnya Pemkab Pelalawan mengucurkan dana milyaran rupiah dari APBD Pelalawan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maksimal di RSUD yang telah menjadi BLUD ini. Hanya saja, anggaran sebesar itu tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit plat merah ini. Pasalnya, masyarakat kabupaten Pelalawan yang menjadi pasien di rumah sakit milik Pemerintah daerah ini, mengaku sangat kecewa dan mengeluhkan pelayanan buruk yang diberikan pihak rumah sakit terhadap pasiennya. Akibat pelayanan kesehatan buruk yang diberikan tenaga medis rumah sakit hingga kini masih saja banyak komplain dari pasien.
Salah seorang pasien bernama Selpi (26), warga jalan Pemda kecamatan Pangkalan Kerinci menceritakan kepada Rec, pada Rabu (16/12) malam lalu, dirinya mengalami sakit sehingga dibawa ke RSUD Selasih untuk melakukan pengobatan. Hanya saja, saat sampai di ruang IGD, dirinya langsung disambut dengan pelayanan yang tidak baik.
"Ya, saya sebagai pasien di RSUD Selasih ini tidak dilayani dengan baik yang saat datang tak disambut, pulang pun tak dihiraukan. Pasalnya, saat saya sampai di IGD RSUD Selasih untuk berobat, saya hanya diminta berbaring diatas tempat tidur oleh tenaga medis tanpa dilakukan pemeriksaan. Dan setelah hampir satu jam menunggu, baru datang tenaga medisnya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan saya. Oleh dokternya, saya diklaim menderita penyakit tipus, sehingga saya harus dilakukan perawatan inap melalui jalur pengobatan umum," terang Selpi, Ahad (20/12) kemarin di Pangkalan Kerinci.
Kemudian, sambung istri salah satu dari wartawan harian ini, setelah disampaikan untuk dilakukan rawat inap, maka dirinya dibawa menuju ruang penyakit dalam kamar Kelas 3E yang berada di depan poli paru. Dan setelah sampai di ruang yang telah dihuni tiga pasien lainnya, oleh parawat langsung dipasangkan infus pada pergelangan tangannya yang selanjutnya perawat memintanya untuk istirahat. Tapi, anehnya hingga Kamis (17/12) siang, sebutir obat pun tidak didapatinya dari dokter ataupun perawat dirumah sakit tersebut. Dan bahkan, obat cair (serum injeksi,red) yang biasanya disuntikkan pada selang infus, tidak juga diberikan oleh tenaga medis RSUD Selasih.
"Karena saya penasaran, maka saya meminta suami saya untuk menanyakannya kepada perawat rumah sakit ini. Kemudian, setelah suami saya menanyakannya, sekitar 30 menit setelah itu, baru saya diberikan satu butir obat tablet dan selang infus saya diberikan obat cair dengan cara menggunakan jarum suntik. Hanya saja, sejak siang hingga malam, tidak seorang tenaga medis pun yang datang untuk melihat perkembangan kesehatan pasien dikamar kelas 3E ini termasuk saya sendiri. Karena saya kesal dengan pelayanan kesehatan yang tidak baik diberikan RSUD Selasih ini, maka Kamis (17/12) malam lalu, atas kemauan sendiri, saya memutuskan untuk pulang meski dokter belum memberikan izin pulang. Ya, bagaimana saya mau sehat, pelayanan dari tenaga medis rumah sakit ini saja tidak baik, jadi lebih baik saya pulang saja kerumah," bebernya.
Keluhan yang sama juga disampaikan pasien lainnya bernama Rahman (58) warga Kuala Terusan Kecamatang Pangkalan Kerinci. Dimana pada Selasa (15/12) siang lalu, dengan menggunakan BPJS, dirinya membawa istrinya yang menderita penyakit maag kronis (Wati,red) untuk berobat ke RSUD Selasih guna mendapatkan pertolongan medis. Dan saat berada di rumah sakit pemerintah ini, istrinya diminta untuk menjalani perawatan inap. Namun, baru 1 hari menjalani perawatan (Rabu-16/12,red), pelayanan yang tidak baik ditunjukkan para perawat RSUD Selasih ini. Dimana saat dirinya meminta bantuan kepada perawat rumah sakit ini, malah mendapat perlakukan yang tidak pantas dari sang perawat.
"Iya dek, masa saat saya minta pelayanan kepada perawatnya untuk memasang tabung infus istri saya yang telah habis, perawatnya malah marah-marah sama saya. Dan bahkan, perawatnya malah mengucapkan kata yang sangat tidak pantas kepada saya dengan nada ketus yakni, "Tenang saja lah pak, kesehatan istri bapak tidak akan apa-apa kalau cuma hanya infus saja yang habis. Jadi bapak sabar saja, karena nanti akan saya pasang. Tapi, tiga jam menunggu infus istrinya pun belum juga dipasang. Saya heran, mentang-mentang saya berobat ini gratis karena pakai BPJS, tapi tidak mendapat pelayanan kesehatan yang baik. Apa seperti ini pelayanan kesehatan di RSUD Selasih ini. Dan saya jadi kapok berobat di RSUD Selasih ini. Kalau pun nantinya ada kelaurga saya yang sakit, biarlah saya harus bayar mahal, asal saya puas dengan pelayanan baik yang diberikan pihak rumah sakit," paparnya.
Ditempat yang sama, keluhan serupa juga dialami pasein lainnya bernama Wagito (55) warga Desa Makmur SP 6 Pangkalan Kerinci. Dimana Sabtu (12/12) malam lalu, dirinya membawa sang istri Tina (48) yang mengalami gangguan pencernaan ke RSUD Selasih. Dan oleh dokternya, pasien (Tina,red) diminta untuk menjalani perawatan inap. Tapi, setelah pesien dipasangkan infus oleh perawatnya, hampir 24 jam pasien tidak diberikan obat. Bahkan, saat diberikan obat, perawatnya pun tidak memberikan pemberitahuan pemakaian obat kepada pasien.
"Saya dan istri saya tak bisa baca tulis, jadi saat habis makan siang, istri saya diberikan tiga tablet obat untuk diminum oleh perawat tanpa memberikan penjelasan pemakaian obat tersebut. Dan setelah obat tersebut dikonsumsi istri saya, tiba-tiba jantung istri saya berdebar kencang dan tubuh saya menjadi gemetar, sehingga membuat saya menjadi panik dan menanyakan kepada perawatnya. Dan oleh perawatnya menyampaikan, bahwa itu merupakan hal yang lumrah akibat reaksi obat. Tapi alangkah terkejutnya saya, 2 jam setelah minum obat, saat anak saya datang, ternyata dua dari tiga obat tersebut seharusnya dikonsumsi sebelum makan. Tapi, karena tak ada penjelasan dari perawatnya, maka ke tiga obat tersebut dikonsumsi istri saya setelah makan siang. Dan saya tentunya menjadi bingung kenapa pelayanan kesehatan di RSUD Selasih ini seperti ini," ujarnya. (zul)